Lampung- Isu sampah laut menjadi salah satu faktor yang sangat memprihatinkan dimana jika tidak ada kesadaran dari diri sendiri maka hal ini pun akan menjadi suatu hal yang tidak dapat dikontrol, dan akan merusak ekosistem baik itu dari manusianya ataupun lingkungan.
Salah satu pemuda asal Lampung yakni, Dicky Dwi Alfandy yang mana dari salah satu founder komunitas Gajahlah Kebersihan yang diinisiasi sejak 28 Oktober 2017. Organisasi ini memberdayakan masyarakat pesisir dan urban dalam membantu menyelesaikan masalah sampah laut. Pemuda kelahiran tahun 1996 ini memiliki prestasi yang luar biasa yang harus patut diacungi jempol di antaranya:
- YSEALI Academic Fellowship bidang Lingkungan
- Unilever EUDG Heroes
- Ocean Leadership Program, SOA
- Paragon Innovation Fellows
- Social Influencer, A Better World Prize
- Dan pernah mewakili Indonesia juga dalam konferensi lingkungan di Filipina, Thailand dan Belanda, dan dalam waktu dekat akan berangkat ke Hawaii, Amerika Serikat dalam program pemuda lingkungan se-Asia Tenggara.
Salah satu pencapaian yang menarik adalah dengan dimasukkannya nama beliau di dalam daftar Youth Explorer National Geographic di bidang lingkungan dan membawa project pemberdayaan pemuda dalam inisiasi wirausaha lingkungan (ecopreneurship) untuk membantu menyelesaikan masalah sampah laut.
Dan hal yang melatarbelakangi Dicky adalah Ingin menyuarakan isu persampahan di Indonesia, sekaligus memiliki harapan bisa mewakili pemuda Lampung ke tingkat dunia, dimana karena masyarakat Lampung punya potensi yang besar dan dunia harus tahu.
Dalam hal ini tentunya tidak sembarang orang bisa masuk daftar National Geographic, harus melalui proses yang cukup lumayan panjang di antaranya proses seleksinya dari bulan Agustus, dan memiliki 3 tahap urutan yakni berkas data diri dan esai, lalu interview, dan terakhir proposal.
Kemudian diumumkan lolos bulan Desember, dan proses seleksinya total sekitar 4 bulan lebih. Pihak NatGeo mengumumkan resmi di website mereka pada tanggal 16 Desember 2021, Program ini dibuka untuk pemuda/i dari seluruh dunia yang berusia 16-25 tahun, yang ingin memberikan kontribusinya untuk membangun lingkungan dan masyarakat yang berkelanjutan. 25 pemuda dari 19 negara lolos seleksi. Di antaranya dari Kenya, Argentina, Amerika Serikat, Brazil, Selandia Baru, Inggris, dan lain-lain. Kalau dari Asia hanya ada Indonesia, India dan Filipina.
Dicky, menjadi salah satu orang yang mewakili Lampung sekaligus Indonesia di kancah internasional yang bergerak di bidang isu lingkungan yakni sampah laut. Semoga ini menjadi suatu kebanggan untuk indonesia khususnya warga Lampung, agar harapan harapan baru muncul untuk kepedulian lingkungan keberlanjutannya.
















Discussion about this post