Lampung Geh, Bandar Lampung – Menjadi moda transportasi sejak lama, becak kini telah turun eksistensinya. Bidang transportasi saat ini menghadirkan banyak alternatif yang efisien bagi masyarakat. Seperti di Bandar Lampung, banyak sekali transportasi seperti ojek online dan angkutan umum yang beroperasi.
Becak menjadi salah satu moda transportasi yang nasibnya tergerus zaman dan semakin terpinggirkan. Namun, keberadaannya masih terlihat dan menandakan bahwa mereka bertahan ditengah gempuran kemajuan zaman.
Diketahui para pengayuh becak ini biasanya mangkal di pasar untuk mendapatkan penumpang karena hanya disitu tempat yang berpotensi bagi mereka untuk mendapatkan penumpang, yang biasanya ialah mereka yang sudah berumur dan orang yang bekerja ke pasar dan kadang digunakan untuk memindahkan barang yang memiliki bobot lumayan berat.
Salah satunya di pasar Tugu, Kota Bandar Lampung, masih ada tukang becak menunggu adanya penumpang. Mereka yang bertahan biasanya bukan menolak untuk beradaptasi dengan teknologi, namun karena faktor usia dan mencari keuntungan untuk kesempatan mendapatkan pekerjaan lain.
Seperti yang dirasakan oleh Wanto (43) yang masih berprofesi menjadi pengemudi becak selama 23 tahun.
“Gini-gini aja, mau ga mau ya. Kalau penumpang masih ada tapi ga banyak dan juga ga menentu. Karena udah dari dulu dan ga ada pekerjaan lain jadi saya bertahan jadi tukang becak” Pungkasnya (5/12).


Kini, terdapat dua jenis becak yang lazim beroperasi di Bandar Lampung, ada jenis becak kayuh yang menggunakan sepeda, ada pula bentor (becak motor) yang tak ingin kalah dari transportasi lain.
Mereka yang tetap memilih dengan becak kayuh, alasannya karena keterbatasan biaya dan/atau karena memang tidak ingin berganti menjadi becak mesin.
Adapun tarif yang dikenakan untuk menaiki becak relatif murah, jarak dekat hanya dikenakan biaya Rp 5 ribu dan jarak jauh sebesar Rp 10 ribu.
Di lain sisi, tukang becak masih tetap bersyukur dengan rezeki yang diperoleh. Tentu, dengan jumlah penumpang perharinya yang tidak menentu, membuat becak mau tak mau harus terus bergerak maju.
Memang saat ini tak banyak yang menggunakan transportasi ini. Meskipun tidak mendapat perhatian lebih, para pengayuh becak masih memiliki secercah harapan. Kegigihan para tukang becak ini patut mendapat perhatian.
Colaborator
Penulis Artikel: Satria Jamus
Editor: Fatimah Zahra















Discussion about this post