Lampung Selatan – Sudah tidak asing, Lampung Selatan merupakan daerah yang di dalamnya banyak sekali keindahan alam yang tidak ada duanya. Tempat seperti ini sangat tepat untuk mengisi waktu luang dan mengisi kejenuhan. Salah satu tempat yang bisa kalian kunjungi ialah Cecakhah Way Pekhos. Nama Cecakhah Way Pekhos diambil dari bahasa Lampung, cecakhah artinya air terjun (yang bertingkat) sedangkan way pekhos artinya air asam karena air terjun ini memiliki rasa asam yang dihasilkan dari perpaduan antara air belerang dan air tawar.
Air terjun Cecakhah Way Pekhos berlokasi di Desa Pematang, Kecamatan Kalianda, Lampung Selatan, jarak tempuh dari Bandar Lampung menuju lokasi kurang lebih 3 jam, sedangkan saat sampai di parkiran kita harus tracking agar bisa sampai ke air terjun dengan menempuh jarak 200 meter. Dan untuk kalian yang ingin menikmati keindahan alam tapi bawa mobil nggak perlu bingung karena pokdarwis setempat menyediakan jasa ojek untuk menuju lokasi.
Foto : Dede Apriyadi
Foto : Dede Apriyadi
Untuk fasilitas saat ini yang tersedia seperti bilik ganti, gazebo bambu alami, dan space parkir. Fasilitas yang lainnya akan ditingkatkan oleh pokdarwis setempat dikarenakan masih dalam pembenahan. Wisata ini baru dikelola pertengahan Januari 2021, namun antusias warga Lampung sangat luar biasa sehingga membuat pengurus wisata di sini semakin semangat untuk meningkatan kualitas dan fasilitas.
Foto : Dede Apriyadi
Foto : Dede Apriyadi
Foto : Dede Apriyadi
Awal pembenahan wisata ini terbilang unik, setiap selesai gotong royong mereka mandi dan berfoto-foto di air terjun. Kemudian, ada beberapa anggota pokdarwis yang iseng posting foto di media sosial dan mendapatkan respon positif secara tidak langsung viral ditambah lagi beberapa dari mereka ada yang menjadi admin akun media sosial wisata alam.
Biaya operasional yang ditawarkan oleh pokdarwis setempat untuk parkir hanya dikenakan tarif Rp 5.000 sedangkan untuk biaya masuk terdapat kotak di gerbang Cecakhah Way Pekhos yang bisa diisi seikhlasnya.
Desa Pematang, Kecamatan Kalianda, Lampung Selatan.
Colaborator
Penulis Artikel: Ganang Firdaus
Editor: Ratih Purwaningsih










Discussion about this post