Bandar Lampung – Di Bandar Lampung banyak komunitas komunitas yang mengajak pemuda pemudi untuk berani ambil peran dalam berbagai aspek untuk pengabdian kepada masyarakat agar ke depannya pemuda pemudi tersebut mempunyai pengalaman dan relasi yang luas
Salah satunya komunitas Gajahlah Kebersihan, dimana nama komunitas ini sangatlah unik karena memakai kata dan icon gajah dan beriringan kata kebersihan. Gajahlah kebersihan adalah sebuah gerakan sosial yang dibentuk pada tahun 2017 oleh 4 orang alumni dari Indonesian Youth Marine Debris Summit (IYMDS) 2017 yaitu Dicky Dwi Alfandy, Edy Fajar Prasetyo, Putri Winda Sari dan Susilo Yulianto.

Nama Gajahlah Kebersihan dipilih karena hewan gajah merupakan icon dari Provinsi Lampung serta plesetan dari slogan “Jagalah Kebersihan”. Kegiatan utama Gajahlah Kebersihan yaitu pemberian edukasi masyarakat Indonesia secara langsung melalui seminar dan kunjungan sekolah, materi yang diberikan berupa materi marine debris dan waste management untuk segala jenjang usia.
Selain itu, sejak tahun 2017 Gajahlah Kebersihan juga melakukan zero waste campaign untuk mengurangi penggunaan plastik demi terjaganya laut Indonesia.

Selain edukasi yang dilakukan secara offline, Gajahlah Kebersihan juga mempunyai program kerja lain yaitu mengadakan online talk dan mentoring program untuk berbagi ilmu dari narasumber yang berpengalaman dalam bidang lingkungan, dengan tujuan untuk memberikan edukasi serta inspirasi bagi pemuda/i Indonesia agar dapat ikut serta melakukan kontribusi dalam menjaga lingkungan dan laut Indonesia, demi terwujudnya Indonesia bebas sampah.

Gajahlah kebersihan sendiri memiliki volunteer lebih dari 20 orang pemuda dan pemudi yang ada di Bandar Lampung, mereka memiliki kemauan dalam menambah wawasan dan relasi tentang kebersihan lingkungan dan lain-lain.
Program terakhir yang dilaksanakan pada tahun 2020 lalu yaitu Lampung Youth Marine Debris Summit 2.0 (LYMDS), yang dimana kegiatan tersebut mengundang dari beberapa komunitas komunitas yang ada di Lampung. Lampung Youth Marine Debris Summit 2.0 (LYMDS), dilaksanan selama 3 pekan, yang bertujuan untuk mengedukasi pemuda pemudi yang ada di Lampung tentang eco enterpreneurship, personal development, dan recycling, serta menambah relasi. Dan masih banyak kegiatan yang telah dan akan dilaksanakan komunitas ini dalam mengembangkan edukasi sadar kebersihan lingkungan, dan eco enterpreneurship terutama di Lampung.
Komunitas ini belum memiliki sekretariat.
Colaborator
Penulis Artikel: Muhammad Ickwan
Editor: M Adita Putra














Discussion about this post