Pringsewu – Siapa yang tidak ini pergi berlibur bersama keluarga di kala hiruk pikuk suasana kota yang makin lama semakin ramai membuat banyak orang sejenak ingin beristirahat dan mencari tempat hiburan yang cocok untuk me-refresh-kan pikiran dan tenaga. Beristirahat di sebuah kafe atau resto di area perkotaan mungkin sudah biasa, namun tidak ada salahnya jika kamu coba menjauh dari keramaian kemudian mengunjungi tempat yang menyatu dengan alam.
Taman wisata BMJ yang terletak di Pekon Wonodadi, Kecamatan Gading Rejo, Kabupaten Pringsewu menjadi tempat yang pantas untuk dikunjungi. BMJ sendiri adalah kepanjangan dari Bina Mandiri Jaya yang diambil dari nama induk koperasi petani cabe se-Kabupaten Pringsewu yang berinisiatif untuk mendirikan agrowisata yang didirikannya secara mandiri namun tetap mengajak masyarakat sekitar untuk ikut ambil bagian untuk mengelola tempat wisata tersebut. Meski belum lama dibuka yaitu baru melakukan soft-opening pada November 2020, namun Taman BMJ sudah ramai dikunjungi wisatawan.

Pemilik Taman Wisata BMJ, Pak Yen Sriyono mengungkapkan bahwa konsepnya memang wisata keluarga yang alami tanpa mengubah kondisi alam seperti pohon yang semakin rindang, dan tidak mengecat fasilitas agar tetap terasa alami.
Pemilik sengaja menggabungkan suasana antara Jawa Barat dan Yogyakarta dengan nuansa alam terbuka dan suasana tradisional pedesaan yang kental, pemandangan sawah, kolam, pohon, ladang disertai dua gunung yang selalu terlihat dari Wilayah Pringsewu yaitu Gunung Betung dan Gunung Sukma Ilang, turut mempercantik suasana sekaligus menjadi background utama pada taman tersebut semakin dapat menyejukkan pikiran dan tenaga yang sudah terkuras habis oleh karena aktivitas pekerjaan. Didukung dengan keberadaan “Warung Kopi Ndeso” dengan gaya minuman dan makanan tradisional dengan harga merakyat yang semakin menghangatkan suasana “ndeso” ala Warung Kopi Klotok Yogyakarta yang menjadi inspirasi awal bagi Pak Yen Sriyono.
Keberadaan Warung Kopi Ndeso yang letaknya tepat di bawah pohon Jati Ambon memang menciptakan nuansa bak sedang berada di Jawa Barat ataupun Yogyakarta, sehingga bisa membuat kamu semakin merindukan kampung halaman. Pak Yen Sriyono menyebutkan untuk konsep warung sendiri memang lebih ke arah tradisional dan tidak dikonsep seperti kafe-kafe anak muda. Pada sore dan malam hari dengan nuansa yang sedikit berbeda dari siang hari, pengunjung yang menikmati kopi akan ditemani dengan hangatnya efek cahaya lampu yang indah dan menjadi waktu juga tempat kongkow favorit para anak-anak muda.
Untuk akses perjalanan yang bisa ditempuh cukup mudah, bagi pengunjung dari arah Bandar Lampung sesudah Pasar Gading Rejo akan menemui sebuah perempatan yang kemudian belok ke kiri mengikuti jalan sampai pada ledeng irigasi di sebelah kanan anda akan melihat papan nama petunjuk arah BMJ tersebut kurang lebih 200 meter. Sedangkan dari arah Kabupaten Tanggamus perempatan tersebut akan terlihat setelah melewati Polsek Gadingrejo.
Fasilitas yang tersedia juga tidak kalah lengkap di antara lain :
- Warung Kopi Ndeso
- Spot foto
- Aula Pertemuan
- Gazebo
- Tempat duduk
- Mushola
- Toilet, dsb.
Taman wisata BMJ dibuka pada pukul 10.00 – 22.00 WIB dan harga tiket masuknya hanya Rp 10.000 . Pak Yen Sriyono berharap agar Taman BMJ dapat membantu menggerakkan roda perekonomian masyarakat sekitar dan memajukan pariwisata daerah.
Wonodadi, Gadingrejo, Pringsewu
Colaborator
Penulis Artikel: Agustina Suryati
Editor: M Adita Putra















Discussion about this post