Lampung – Firman Al Hakim, Shredder Indonesia, Gitaris yang mempunyai teknik speed dan akurasi yang luar biasa terutama sweepingnya. Pria kelahiran 4 Februari 1978, mulai belajar gitar sejak tahun 1993. Mengawali karir dengan menjuarai berbagai kompetisi, di antaranya Juara 1 Festival Musik Indonesia kategori Solo elektrik gitar, Fender Guitar tahun 2003 , finalis kompetisi Solo gitar ‘Yamaha Rock Guitar Competition’, Singapura, 2004, dan masih banyak lagi pengalaman lainnya sebagai gitaris terbaik di berbagai panggung festival musik.
Di kancah industry musik nasional, Firman Al Hakim mempunyai segudang pengalaman, di antaranya sebagai additional guitar player Inang/Iwang Noorsaid band 2005, gitaris band progresif ‘Imanissimo’, 2005 dan gitaris band Thrash Metal Indonesia, ‘Rotor’, 2012.
Bicara soal karya sampai saat ini Firman Al Hakim tetap konsisten di jalur musik dengan terus produktif dalam membuat karya cipta lagu.
Setelah meluncurkan mini Album berjudul “Optimus Neoclassicus Symphonius In A Minor” di tahun 2012 dan “Minor Dignitary “ di tahun 2020, Firman Al Hakim kembali meluncurkan single terbarunya di penghujung tahun 2021 ini.
Masih dalam balutan musik instrumental, lagu yang diberi Tajuk Morning Dew ini menceritakan tentang bagaimana rutinitas kegiatan manusia menyambut pagi, dimana pagi hari merupakan momentum dalam sebuah siklus kehidupan yang harus disikapi dengan optimisme dan semangat yang positive .
Lagu Morning Dew ini diarransement oleh Firman Al Hakim sendiri dan proses mixing & mastering dibantu di Andrie Tidie Makassar. Untuk produksi audio memakan waktu kurang lebih 2 bulan.
Di bawah naungan manajemen dan label Sintesa Pro, video klip Morning Dew di produksi dalam kurun waktu 2 bulan dengan pengambilan gambar di berbagai tempat di Lampung. Firman Al Hakim berharap video klip ini dapat memvisualisasikan cerita yang dia tulis dalam lagu Morning Dew tersebut.
























Discussion about this post