• About
  • Contact
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Join
Saturday, June 6, 2026
  • Login
  • Register
Lampung Geh!
Advertisement
  • Home
  • Directory
    • All
    • Business
    • Culinary
    • Culture
    • Destination
    • Hotel
    • List
    • Other
    • Place

    Bootchin Coffee Lampung: Cafe Minimalis dengan View Persawahan di Sukarame

    Kampoeng Vietnam: Spot Healing yang Instagramable di Kemiling, Bandar Lampung

    Boja Coffee: Cafe Cozy di Bandar Lampung yang Cocok Buat Work From Cafe, Ada Live Music Juga, Lho!

    Pondok Sate Rodiyah : Kuliner Sate Legendaris yang Lezat di Bandar Lampung

    Warung Nusantara: Sajikan Berbagai Hidangan Khas Nusantara di Bandar Lampung

    • Cities
      • Bandar Lampung
      • Metro
      • Pringsewu
      • Pesawaran
      • Tanggamus
      • Tulang Bawang
      • Tulang Bawang Barat
      • Lampung Barat
      • Lampung Timur
      • Lampung Tengah
      • Lampung Utara
      • Lampung Selatan
      • Way Kanan
      • Mesuji
    • Culinary
    • Place
    • People
    • Culture
    • Hotel
    • List
    • Business
    • Other
  • News
    • Kabar Helau
    • Berita Terkini
  • Event
  • Career
  • Store
Submit Article
No Result
View All Result
Lampung Geh!
  • Home
  • Directory
    • All
    • Business
    • Culinary
    • Culture
    • Destination
    • Hotel
    • List
    • Other
    • Place

    Bootchin Coffee Lampung: Cafe Minimalis dengan View Persawahan di Sukarame

    Kampoeng Vietnam: Spot Healing yang Instagramable di Kemiling, Bandar Lampung

    Boja Coffee: Cafe Cozy di Bandar Lampung yang Cocok Buat Work From Cafe, Ada Live Music Juga, Lho!

    Pondok Sate Rodiyah : Kuliner Sate Legendaris yang Lezat di Bandar Lampung

    Warung Nusantara: Sajikan Berbagai Hidangan Khas Nusantara di Bandar Lampung

    • Cities
      • Bandar Lampung
      • Metro
      • Pringsewu
      • Pesawaran
      • Tanggamus
      • Tulang Bawang
      • Tulang Bawang Barat
      • Lampung Barat
      • Lampung Timur
      • Lampung Tengah
      • Lampung Utara
      • Lampung Selatan
      • Way Kanan
      • Mesuji
    • Culinary
    • Place
    • People
    • Culture
    • Hotel
    • List
    • Business
    • Other
  • News
    • Kabar Helau
    • Berita Terkini
  • Event
  • Career
  • Store
No Result
View All Result
Lampung Geh!
No Result
View All Result
  • Home
  • Directory
  • News
  • Event
  • Career
  • Store
ADVERTISEMENT
Home People

Biografi Abdul Moeloek – Pejuang Kemerdekaan Bidang Kesehatan di Tanah Lampung

nurafni khofifah by nurafni khofifah
February 5, 2021
in People
0 0
0
Biografi Abdul Moeloek – Pejuang Kemerdekaan Bidang Kesehatan di Tanah Lampung

Patung Abdul Moeloek di RSUDAM

Bandar Lampung- Siapa yang tidak pernah mendengar nama Abdul Moeloek khususnyanya bagi masyarakat Provinsi Lampung. Beliau adalah salah satu pejuang kemerdekaan di Tanah Lampung di masa penjajahan Jepang.

Dengan nama lengkap dr. Abdul Moeloek, lahir pada 10 Maret 1905 di Padang Panjang, Sumatra Barat. Beliau adalah seorang pejuang ahli kesehatan di masa penjajahan Jepang. Lalu Ia menikah dengan Poeti Alam Naisjah, seorang perempuan kelahiran 1914 asal Solok, Sumatra Barat. Pernikahan mereka dikaruniai lima orang anak. Keturunannya di kemudian hari juga banyak yang mengikuti langkahnya sebagai ahli kesehatan.

Sejak usia 12 tahun beliau sudah merantau ke Batavia (sekarang Jakarta) dan beliau pernah kuliah di Fakutas Kedokteran Hewan Bogor, namun setahun kemudian pindah ke STOVIA di Batavia pada tahun 1932. Pada masa pendudukan Jepang, ia pindah ke Semarang untuk menghindari misi pembunuhan para intelektual Indonesia yang dilakukan pemerintahan pendudukan Jepang. Ia berkarier sebagai tenaga medis di Rumah Sakit Dr. Kariadi.

BacaJuga

Kedai Sobat: Tempat Nongkrong yang Cocok untuk Kalangan Mahasiswa di Daerah Sukarame

February 28, 2024

Masih Bertahan Meski digerus Zaman, Kondisi Becak di Tengah Modernisasi Kota Bandar Lampung

December 15, 2023
ADVERTISEMENT
Monumen patung dr. H. Abdul Moeloek| foto: istimewa

Setelah beberapa tahun di Semarang ia memutuskan untuk mengasingkan diri di Desa Winong, Kota Liwa, Lampung Barat. Kota  Krui dan Liwa di Lampung Barat adalah tempat pengabdian pertama Abdoel Moeloek di Lampung. Lima tahun (1940 – 1945) menjadi dokter di sana, sentuhan tangannya identik dengan kesembuhan orang sakit. Kehadiran beliau di Krui dan Liwa telah membuka kesadaran masyarakat mengenai  dunia medis.

ADVERTISEMENT

Pada zaman perang kemerdekaan (1940 – 1945)  beliau  ditugaskan menjadi dokter untuk wilayah Lampung ( Krui dan Liwa) dan Sumatera Selatan (Muara Dua). Beliau pun sempat diangkat sebagai ”Bupati Perang” di Liwa dengan pangkat Mayor Tituler.

Tugu Liwa | Foto: istimewa

Beliau adalah sosok sangat disiplin, pekerja keras, tegas, jujur, dan juga dekat pada masyarakat. Pada saat  militer Jepang merekrut banyak warga untuk dijadikan romusa ( pekerja paksa yang tak dibayar ) di Palembang, misalnya,  beliau  memiliki  trik khusus. Ketika  itu, banyak romusa yang tidak pulang lagi karena meninggal  dunia akibat sakit atau kurang makan.

Setelah lima tahun bertugas  di Pesisir Barat Lampung – Sumsel, Abdoel Moeloek  kemudian ditempatkan di RS Tanjungkarang (1945). Satu – satunya dokter  ketika  itu,  beliau  menjabat Kepala RS Tanjungkarang dan RS Tentara Tanjungkarang, setelah kedua rumah sakit tersebut  diambil alih dari tangan Jepang.

Namanya kini diabadikan  menjadi nama salah satu  rumah sakit milik negara di Bandar Lampung  yaitu  Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Haji Abdul Moeloek.  Beliau  adalah direktur kelima Rumah Sakit Tanjungkarang (sebelum diubah menjadi RSUD dr. Haji Abdoel Moeloek), dan paling lama memegang jabatan sebagai direktur  yaitu selama 12 tahun, dari 1945 hingga 1957.

Rumah Sakit Umum Daerah Dr.H. Abdul Moeloek (disingkat RSUDAM) adalah sebuah rumah sakit tipe A yang terletak di Bandar Lampung. Rumah sakit ini berada di Jalan Dr. Rivai dan di bawah pengelolaan Pemerintah Provinsi Lampung. RSUDAM saat ini menjadi RS rujukan tertinggi untuk rumah sakit di 15 kabupaten/kota di Provinsi Lampung.

Beliau menghembuskan napas terakhir tahun  pada 1973, Abdoel Moeloek berpesan pada istri dan anak – anaknya bahwa  beliau tidak ingin dimakamkan di Makam Pahlawan. Karena beliau beralasan agar pusarannya dekat dengan masyarakat dan bisa dikunjungi kapan dan oleh siapa saja. Sedangkan apa bila dimakamkan di Taman Makam Pahlawan, keluarga dan kerabat hanya berziarah pada saat – saat tertentu saja  atau hari besar nasional. Atas wasiat itu, sanak keluarga kemudian memakamkan jasadnya di Taman Permakaman Umum (TPU) Lungsir di Telukbetung Utara.

Referensi:

  • Wikipedia
  • Tokoh.co.id

Colaborator

Penulis Artikel: Nurafni Khofifah

Editor: M Adita Putra

Tags: abdul moeloekBandar Lampunglampunglampung gehLampung Punya Ceritatokoh lampung
ShareTweetShareSend
nurafni khofifah

nurafni khofifah

Artikel Menarik Lainnya

Dua Siswa SMA IT Insan Mulia Boarding School Bentuk Komunitas dan Aplikasi Edukasi Pelestarian Sejarah dan Budaya Lampung
People

Dua Siswa SMA IT Insan Mulia Boarding School Bentuk Komunitas dan Aplikasi Edukasi Pelestarian Sejarah dan Budaya Lampung

August 19, 2024
People

Masih Bertahan Meski digerus Zaman, Kondisi Becak di Tengah Modernisasi Kota Bandar Lampung

December 15, 2023
Business

Kahut Sigerbori: Produksi Kerajinan Kain Teknik Ecoprint dari Lampung Hingga Inspirasi Dunia Fashion Nasional

October 30, 2023
Culture

Tata Busana Pakaian Adat Lampung Saibatin

July 23, 2023
Next Post
Mengenal Gebyar Pelajar Lampung: Penggerak Pelajar di Bidang Pendidikan dan Karakter

Mengenal Gebyar Pelajar Lampung: Penggerak Pelajar di Bidang Pendidikan dan Karakter

Discussion about this post

Trending Minggu Ini

  • Mampir dan Bersantai di Taman Kopiah Emas, Lampung Tengah

    Mampir dan Bersantai di Taman Kopiah Emas, Lampung Tengah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wake Up Cafe & Carwash: Tempat Cuci Mobil, Asik Buat Nongki di Bandar Lampung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 Tempat Angker Paling Terkenal di Lampung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menilik Kejernihan Mata Air Margoyoso, Sumber Agung yang Terletak di Kabupaten Tanggamus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Memaknai Kata “Geh” dalam Kultur Berbahasa Masyarakat Lampung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Berita Lampung Terkini

ADVERTISEMENT
Lampung Geh!

© 2021 PT Lampung Geh Helau

Lampung Geh Page Link

  • Web Lampung Geh News
  • Lowongan Lampung
  • Store
  • Join

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Directory
    • Cities
      • Bandar Lampung
      • Metro
      • Pringsewu
      • Pesawaran
      • Tanggamus
      • Tulang Bawang
      • Tulang Bawang Barat
      • Lampung Barat
      • Lampung Timur
      • Lampung Tengah
      • Lampung Utara
      • Lampung Selatan
      • Way Kanan
      • Mesuji
    • Culinary
    • Place
    • People
    • Culture
    • Hotel
    • List
    • Business
    • Other
  • News
    • Kabar Helau
    • Berita Terkini
  • Event
  • Career
  • Store
  • Login
  • Sign Up

© 2021 PT Lampung Geh Helau

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Sign Up with Google
OR

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
×

Halo Sekelik! Silakan chat kami di sini.

Admin Lampung Geh
Support Admin Lampung Geh
×