Bandar Lampung – Masyarakat Indonesia rata-rata membuang sampah makanan sebanyak 300 kg/tahun. Di Lampung, sampah makanan mendominasi Tempat Pembuangan Akhir setidaknya 58% dari total sampah yang ditampung. Di sisi lain, 22 juta masyarakat Indonesia masih menderita kelaparan dari tahun ke tahun. Di sinilah Ruang Pangan hadir mengisi celah.

Ruang Pangan adalah komunitas sosial di Lampung yang memiliki fokus untuk mencegah sampah makanan dan mendistribusikan kembali makanan berlebih kepada mereka yang membutuhkan.

Ruang Pangan berdiri pada bulan September 2020 di tengah pandemi COVID-19 ketika banyak masyarakat Lampung membutuhkan pertolongan pada kebutuhan makanan harian. Beragam aksi Ruang Pangan lakukan untuk mewujudkan Lampung bebas sampah makanan: mulai dari menghimpun makanan berlebih, menyelamatkannya, menyalurkannya, edukasi pencegahan sampah makanan bagi setiap kalangan, serta pemanfaatan kembali sampah makanan menjadi produk berdaya guna.

Selama 2 tahun, Ruang Pangan berhasil memberikan dampak dalam angka dengan:
Sebanyak 400 relawan diberdayakan, 6.000 porsi makanan telah tersalurkan, 35 pihak ikut berkolaborasi, 60 panti asuhan telah dikunjungi, 243 anak-anak teredukasi terkait pencegahan food waste dan sekitar 4.000 orang yang membutuhkan telah merasakan manfaatnya di Lampung.

Petualangan Ruang Pangan akan terus berlanjut. Ribuan alur kemungkinan akan selalu Ruang Pangan nantikan demi terwujudnya sirkulasi kebaikan yang berkelanjutan dengan kehadiran makanan sebagai bentuk kebahagiaan bagi mereka yang membutuhkan.
Rayakan kebaikan ini bersama Ruang Pangan dengan ketulusan hati melalui linktr.ee/ruangpangan!
Colaborator
Penulis Artikel: Ahmad Yusril Yusro
Editor: M Adita Putra














Discussion about this post