Lampung – Lampung memiliki keunikan yang luar biasa mulai dari ekosistem laut, kuliner khasnya, hingga budayanya. Di antara keunikan tersebut salah satunya adalah rumah adatnya yang disebut Nuwo Sesat.
Nuwo Sesat terdiri atas kata “Nuwo” yang berarti rumah dan “Sesat” berarti adat. Berbentuk seperti rumah panggung, rumah ini diatur sesuai dengan kondisi alam Lampung yang dialiri banyak sungai. Rumah ini dibangun membelakangi aliran sungai yang dibuat mengikuti alur sungai dengan pola yang rapat. Selain itu, bangunan yang dibangun di atas permukaan tanah atau air ini dibuat untuk menghindari binatang buas.
Keunikan rumah adat Lampung ini adalah berbentuk panggung dan terbagi beberapa ruangan yang memiliki beberapa fungsi, rumah ini terbuat dari kayu pada dinding dan juga lantainya, bagian tiang dan kerangka rumah pun terbuat dari kayu.
Selain memiliki nama yang unik, Nuwo Sesat juga memiliki beberapa jenisnya, yaitu di antaranya:
1. Sesat Balai Agung

Jenis rumah adat ini biasa digunakan sebagai ikon Sebagai tempat pertemuan para penyimbang adat atau biasa disebut dengan purwatin, tempat ini digunakan untuk musyawarah atau pepung adat di Balai Agung. Untuk dapat memasuki Sesat Balai Agung, terlebih dahulu kita harus melewati tangga ( jambat agung ). Di sepanjang tangga terdapat payung berwarna putih, kuning, dan merah sebagai lambang kesatuan masyarakat di Lampung.
Payung yang berwarna putih memiliki arti tingkat marga, payung berwarna kuning melambangkan tingkat kampung, dan payung berwarna merah melambangkan tingkat suku di Lampung. Sesat Balai Agung juga memiliki lambang burung garuda yang dipercaya sebagai kendaraan Dewa Wisnu pada zaman dahulu. Pada masa kini lambang tersebut digunakan sebagai tempat duduk pengantin saat dilangsungkannya acara pernikahan adat suku Lampung.
2. Nuwo Balak
Nuwo Balak yang berarti rumah besar merupakan bangunan yang digunakan sebagai tempat tinggal penyimbang adat atau kepala suku. Rumah yang memiliki ukuran 30 x 15 meter ini memiliki beranda sebagai tempat untuk bersantai.

Di depan atau di teras ada balkon yang digunakan sebagai tempat untuk menghibur para tamu dan juga tempat untuk bersantai. Bangunan ini tanpa dinding di teras rumah. Ada tangga di bagian depan untuk memudahkan naik dan turun dari rumah. Di bagian bawah tangga dilengkapi tempat untuk mencuci kaki dan sepatu yang bertujuan agar siapapun yang memasuki rumah tidak menjadi kotor, tempat itu bernama garang hadap.
Rumah Nuwo Balak memiliki beberapa kamar tidur. Di rumah ini terdapat 2 buah ruang pertemuan, 1 ruang keluarga dan 8 kamar. Di antara 8 kamar tidur ada ruang untuk digunakan oleh kepala adat beserta istrinya. Sementara, bagian belakang rumah digunakan untuk dapur yang terpisah dari bagian utama rumah. Namun tetap diberi penghubung seperti jembatan. Menggunakan ijuk enau di atapnya, yang kalau dilihat secara melintang terlihat seperti perahu terbalik.
3. Nuwo Lunik
Nuwo Lunik yang memiliki arti kata “rumah kecil” ini merupakan bangunan yang biasa digunakan oleh masyarakat biasa. Memiliki ukuran yang lebih kecil, rumah ini menjulang tanpa adanya beranda. Rumah ini hanya terdapat beberapa kamar tidur dan bagian dapurnya pun menjadi satu dengan bangunan utama. Kemudian, atapnya berbentuk seperti perahu terbalik dan ada juga yang berbentuk seperti limas.

Sesuai namanya, rumah ini lebih kecil dari 2 jenis rumah tradisional di atas, perbedaannya juga ada di beranda rumah. Tidak ada beranda dan hanya ada satu tangga untuk pintu masuk, dibandingkan dengan Nuwo Balak, bentuknya juga lebih sederhana.
Bagian-Bagian Rumah Adat Lampung
Pada umumnya, rumah adat Lampung memiliki bagian-bagian sebagai berikut:
- Ijan Geladak
Ijan Geladak yaitu bagian tangga masuk yang dilengkapi juga dengan atap atau rurung agung. - Anjungan
Anjungan yang berarti serambi ini berguna sebagai tempat untuk pertemuan kecil dengan tamu. - Pusiban
Pusiban yaitu ruangan yang biasa digunakan sebagai tempat untuk melangsungkan musyawarah resmi. - Ruang Tetabuhan
ruang tetabuhan ini berguna untuk menyimpan berbagai alat musik khas Lampung. - Ruang Gajah Merem
Ruang Gajah Merem disini berarti ruangan khusus yang digunakan sebagai kamar atau tempat istirahat untuk para penyimbang adat. - Kebik Tengah
Kebih Tengah merupakan sebuah kamar atau tempat tidur bagi anak atau yang disebut juga dengan penyimbang batin.
Colaborator
Penulis Artikel: Muhammad Ickwan
Editor: M Adita Putra














Discussion about this post