Lampung Selatan – Berlatar belakang dari sebuah desa penghasil limbah palet, akhirnya masyarakat daerah setempat menyulap bahan tersebut menjadi lokasi wisata penuh dengan kreasi dan kreativitas tanpa batas. Kreativitas ini muncul dari masyarakat yang memang mempunyai misi yang sama memajukan dan meningkatkan kembali ekonomi mereka saat masa pandemi sekarang ini. Akhirnya tercetus bersama-sama membangun wisata ramah lingkungan bernama “Kampung Palet”. Lokasinya berada di Dusun II Gunung Mas, Desa Hajimena, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan. Dari pusat Kota Bandar Lampung berjarak 13 km dengan waktu tempuh sekitar 25 menit untuk bisa sampai ke lokasi. Soft launching dari lokasi ini tepat pada tanggal 04 April 2021 diresmikan secara langsung oleh Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Lampung dan dihadiri oleh Anggota Dewan Provinsi dan Kabupaten serta Camat, Kades, maupun tamu undangan.
Suatu yang menarik di sini yaitu bahwa memang sebagian besar pemanfaatan limbah palet ini bernilai guna dan sangat bermanfaat apabila ada pengelolaan kembali menjadi hal yang bermanfaat seperti di lokasi ini. Limbah palet tersebut dimanfaatkan oleh warga untuk membuat spot foto, kerajinan tangan, tempat pertemuan, simbol-simbol dan lain sebagainya. Sebuah karya yang harus diapresiasi dan dicontoh, bahwa di sini bisa terlihat masyarakat lingkungan sekitar bahu-membahu bergerak bersama untuk mewujudukan suatu yang luar biasa. Lokasi wisata ini dikelola oleh masyarakat daerah yang memang sudah ada support yang baik dari pemerintah daerah.
Memiliki luas sekitar 600 m2 Kampung Palet menyediakan atraksi wisata yang beragam seperti wisata kuliner, permainan anak, edukasi, spot foto, live music dan sejenisnya. Semua kalangan dari anak kecil, dewasa, dan orang tua bisa merasakan sensasi yang padu karena memang disajikan kelengkapan yang ada dari berbagai umur. Jenis kuliner terdiri dari makanan tradisional, jajanan khas, minuman dengan kategori ringan dan berat tersedia di sini. Tak perlu khawatir bagi orang tua, di sini juga terdapat permainan anak sehingga buah hati akan bosen di lokasi. Selain itu tersedia spot foto di sekeliling halaman luas tersebut bermacam model unik dan kreatif terpajang dengan rapih.
Beprinsip sebagai pemberdayaan masyarakat termasuk salah satunya sektor ekonomi, di sini Kampung Palet juga berkerjasama dengan pelaku UMKM daerah Lampung terkhusus Kecamatan Natar untuk bergabung di dalamnya. Daftar pelaku UMKM yang terdaftar sebanyak 64 tetapi belum semuanya diterjukan di lokasi karena masih tahap pembinaaan. Hal ini jelas menghasilkan kepercayaan pelaku UMKM agar bisa survive di tengah pandemi dikarenakan ada suatu wadah yang bagus (Kampung Palet) menyediakan lahan untuk bisa berjualan dari produk mereka. Saat di lokasi juga, pengunjung akan dimanjakan dengan qoutes atau kalimat-kalimat inspiratif yang dibuat oleh warga. Bahan bakunya sendiri jelas memang dari limbah palet itu sendiri.
Terkait fasilitas sudah tersedia masjid sekaligus toilet sementara, lahan parkir kendaraan, mini gazebo untuk beristirahat sedangkan tarif tiket masuk & parkir kendaraan masih digratiskan tetapi nanti ke depannya akan ada program infaq seikhlasnya yang keuntungannya akan disumbangkan untuk pembangunan Masjid Nurul Falah Gunung Mas berlokasi di sekitar lingkungan warga. Di sini juga pengunjung bisa mengadakan kegiatan berskala kecil seperti pertemuan dan nongkrong asik dan tak lupa, kalian bisa menggunakan sound systemnya yang tidak dikenakan biaya sepeser pun alias gratis. Jam operasionalnya setiap hari minggu pukul 06.00 – 11.30 WIB, karena Kampung Palet sendiri ialah pasar pagi mingguan tetapi tidak menutup kemungkinan untuk pengujung bisa datang di hari lainnya juga untuk bermain.
Dusun II Gunung Mas, Desa Hajimena, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan





























Discussion about this post