• About
  • Contact
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Join
Monday, February 23, 2026
  • Login
  • Register
Lampung Geh!
Advertisement
  • Home
  • Directory
    • All
    • Business
    • Culinary
    • Culture
    • Destination
    • Hotel
    • List
    • Other
    • Place

    Bootchin Coffee Lampung: Cafe Minimalis dengan View Persawahan di Sukarame

    Kampoeng Vietnam: Spot Healing yang Instagramable di Kemiling, Bandar Lampung

    Boja Coffee: Cafe Cozy di Bandar Lampung yang Cocok Buat Work From Cafe, Ada Live Music Juga, Lho!

    Pondok Sate Rodiyah : Kuliner Sate Legendaris yang Lezat di Bandar Lampung

    Warung Nusantara: Sajikan Berbagai Hidangan Khas Nusantara di Bandar Lampung

    • Cities
      • Bandar Lampung
      • Metro
      • Pringsewu
      • Pesawaran
      • Tanggamus
      • Tulang Bawang
      • Tulang Bawang Barat
      • Lampung Barat
      • Lampung Timur
      • Lampung Tengah
      • Lampung Utara
      • Lampung Selatan
      • Way Kanan
      • Mesuji
    • Culinary
    • Place
    • People
    • Culture
    • Hotel
    • List
    • Business
    • Other
  • News
    • Kabar Helau
    • Berita Terkini
  • Event
  • Career
  • Store
Submit Article
No Result
View All Result
Lampung Geh!
  • Home
  • Directory
    • All
    • Business
    • Culinary
    • Culture
    • Destination
    • Hotel
    • List
    • Other
    • Place

    Bootchin Coffee Lampung: Cafe Minimalis dengan View Persawahan di Sukarame

    Kampoeng Vietnam: Spot Healing yang Instagramable di Kemiling, Bandar Lampung

    Boja Coffee: Cafe Cozy di Bandar Lampung yang Cocok Buat Work From Cafe, Ada Live Music Juga, Lho!

    Pondok Sate Rodiyah : Kuliner Sate Legendaris yang Lezat di Bandar Lampung

    Warung Nusantara: Sajikan Berbagai Hidangan Khas Nusantara di Bandar Lampung

    • Cities
      • Bandar Lampung
      • Metro
      • Pringsewu
      • Pesawaran
      • Tanggamus
      • Tulang Bawang
      • Tulang Bawang Barat
      • Lampung Barat
      • Lampung Timur
      • Lampung Tengah
      • Lampung Utara
      • Lampung Selatan
      • Way Kanan
      • Mesuji
    • Culinary
    • Place
    • People
    • Culture
    • Hotel
    • List
    • Business
    • Other
  • News
    • Kabar Helau
    • Berita Terkini
  • Event
  • Career
  • Store
No Result
View All Result
Lampung Geh!
No Result
View All Result
  • Home
  • Directory
  • News
  • Event
  • Career
  • Store
ADVERTISEMENT
Home Directory Other

Menilik Sejarah Letusan Gunung Krakatau dan Lahirnya Gunung Anak Krakatau

Hana Yudi Perkasa by Hana Yudi Perkasa
April 5, 2021
in Other
0 0
0
Menilik Sejarah Letusan Gunung Krakatau dan Lahirnya Gunung Anak Krakatau

Gunung Anak Krakatau | Copernicus Data 2019

Lampung Selatan – Gunung Krakatau merupakan gunung yang berada di Provinsi Lampung tepatnya di Selat Sunda. Gunung ini menjadi salah satu gunung purba yang pernah meletus dahsyat tercatat pada tahun 1883. Sejak saat itu, gunung ini dikenal dunia karena letusannya yang sangat dahsyat. Letasan gunung tersebut memakan korban dengan jumlah sekitar 36.000 korban jiwa dan daya ledak yang diperkirakan mencapai 30.000 kali bom atom yang diledakkan di Hirosima dan Nagasaki.

Melihat kawasan Gunung Krakatau di Selat Sunda, para ahli memperkirakan bahwa pada masa purba terdapat Gunung yang sangat besar di Selat Sunda yang akhirnya meletus dahsyat membentuk suatu kaldera atau kawah besar yang disebut dengan Gunung Krakatau Purba. Ini menjadi sejarah awal mula meletusnya Gunung Krakatau dan terbentuknya Gunung Anak Krakatau.

Proses vulkanisme Gunung Krakatau

Berikut ini informasi mengenai sejarah Gunung Krakatau yang pada akhirnya melahirkan Gunung Anak Krakatau :

BacaJuga

Kedai Sobat: Tempat Nongkrong yang Cocok untuk Kalangan Mahasiswa di Daerah Sukarame

February 28, 2024

Masih Bertahan Meski digerus Zaman, Kondisi Becak di Tengah Modernisasi Kota Bandar Lampung

December 15, 2023
ADVERTISEMENT

1. Asal usul Gunung Krakatau

Asal usul Gunung Krakatau muncul dari sejarah Pulau Rakata yang merupakan satu dari 3 pulau sisa Gunung Krakatau Purba kemudian tumbuh dengan dorongan proses vulkanik yang ada di dalam bumi yang dikenal sebagai dengan Gunung Krakatau atau Gunung Rakata yang terbentuk dari batuan basaltik. Kemudian dua gunung api muncul dari tengah kawah. Gunung tersebut adalah Gunung Danan dan Gunung Perbuatan yang menyatu dengan Gunung Rakata yang sudah terbentuk terlebih dahulu. Komplek tiga gunung api ini yang disebut dengan Gunung Krakatau.

  • Gunung Krakatau sebelum erupsi
  • Gunung Krakatau setelah erupsi

Dalam sejarahnya, Gunung Krakatau pernah meletus pada tahun 1680 yang menghasilkan lava andesitik bersifat asam. Lalu pada tahun 1880, Gunung Perbuatan mengalami aktivitas vulkanik namun tidak menghasilkan letusan besar. Setelah masa itu, tidak ada lagi aktivitas vulkanis hingga tahun 1883, di mana setelah sekitar 200 tahun tertidur, terjadi ledakan kecil pada Gunung Krakatau, hal tersebut menjadi tanda-tanda awal terjadinya bencana letusan dahsyat. Ledakan kecil tersebut disusul oleh letusan-letusan kecil yang puncaknya terjadi pada tanggal 26-27 Agustus 1883.

2. Erupsi Krakatau Tahun 1883

Tepat pukul 10:20 WIB pada hari senin tanggal 27 Agustus 1883, terjadilah puncak ledakan besar Gunung Krakatau. Menurut Simon Winchester seorang ahli geologi asal Universitas Oxford, ledakan tersebut merupakan ledakan paling besar, suara ledakan yang paling keras dan paling meluluh lantahkan dalam sejarah manusia modern. Suara letusan terdengar sampai dengan jarak 4600 km dari pusat letusan dan bahkan suara letusan tersebut terdengar oleh 1/8 penduduk di bumi pada masa tersebut.

Litografi Gunung Krakatau yang mengalami erupsi pada 1883.

Penelitian University Of North Dakota menjelaskan bahwa ledakan Gunung Krakatau tahun 1883 dengan Gunung Tambora pada tahun 1815 mencatat nilai Volcanic Explosivity Index (VEI) terbesar dalam sejarah modern.

ADVERTISEMENT

Letusan Krakatau telah menghempaskan material vulkanik dengan volume sekitar 18 km kubik, semburan debu vulkanik mencapai 28 km. Material-material vulkanis tersebut jatuh di dataran Pulau Jawa dan Sumatera, bahkan mencapai India, Pakistan, Srilanka, dan Australia.

Ilustrasi tsunami akibat letusan Gunung Krakatau tahun 1883

Dari letusan tersebut juga menghancurkan Gunung Danan dan Gunung perbuatan, serta menghancurkan setengah kerucut Gunung Rakata dan membuat cekungan selebar 7 km dan sedalam 250 m. Akibat dari letusan tersebut juga terjadi peristiwa tsunami yang menghancurkan seluruh daerah pantai. Kemudian setelah peristiwa tersebut, keesokan harinya hingga beberapa hari kemudian penduduk disekitar Jakarta hingga Lampung tidak lagi melihat matahari. Dari peristiwa ini, tercatat korban jiwa sekitar 36.417 korban jiwa, dan mungkin saja lebih, karena mengingat perkembangan teknologi pada masa tersebut yang masih terbatas.

3. Lahirnya Gunung Anak Krakatau

Gunung Anak Krakatau | Sumber foto : pesona.travel

Gunung Anak Krakatau lahir pada tahun 1927. Gunung Anak Krakatau ini lahir dari kaldera purba Gunung Krakatau yang masih aktif. Gunung Anak Krakatau mengalami pertumbuhan yang cukup cepat, yaitu mencapai 4 meter per tahun. Pertumbuhan ini disebabkan oleh material yang keluar akibat dari aktivitas vulkanik gunung tersebut. Hingga tercatat pada tahun 2017 ketinggian Gunung Anak Krakatau mencapai 230 mdpl.

4. Erupsi Gunung Anak Krakatau

Perubahan Gunung Anak Krakatau pasca erupsi |Sumber : Copernicus Data 2019
Erupsi Gunung Anak Krakatau | Sumber foto : Susi Air

Tercatat pada akhir tahun 2018 hingga tahun 2019, Gunung Anak Krakatau mengalamai serangkaian erupsi hingga akibat dari erupsi ini sekitar 64 hektar area Gunung Anak Krakatau mengalami longsor dan mengakibatkan terbentuknya gelombang tsunami hingga menuju ke pesisir Banten dan Lampung Selatan. Tsunami ini juga mengakibatkan korban jiwa dan juga meluluh lantakkan sebagian pesisir di Selatan Lampung dan juga Banten.

Setelah mengalami erupsi yang cukup lama, pada akhirnya Gunung Anak Krakatau mengalami penyusutan bahkan ketinggiannya hanya sekitar 110 m. Hingga saat ini, Gunung Anak Krakatau terpantau masih mengalami aktifitas dan tercatat pada bulan Agustus 2020 ketinggian Gunung Anak Krakatau telah mencapai 150 m ditambah dengan tumbuhnya daratan baru yang terbentuk dari tumpukan material vilkanik yang keluar dari Gunung Anak Krakatau.

Erupsi Gunung Anak Krakatau | Sumber : Susi Air

Hingga saat ini, peneliti masih melakukan penelitian untuk mengetahui karakteristik vulkanisme dari Gunung Anak Krakatau. Banyak peneliti yang mengatakan bahwa jika karakteristik vulkanik Gunung Anak Krakatau mirip dengan proses vulkanisme Gunung Krakatau, maka tidak menutup kemungkinan dimasa yang akan datang akan terjadi letusan dahsyat. Namun beberapa peneliti juga mengatakan, karena aktivitas vulkanisme yang intens, menyebabkan Gunung Anak Krakatau memiliki potensi bencana yang lebih rendah dibandingkan dengan akibat dari erupsi Gunung Krakatau pada masa lalu.

Colaborator

Penulis Artikel: Hana Yudi Perkasa

Editor: Ratih Purwaningsih

Tags: lampunglampung gehLampung Punya CeritaLampung Selatansejarah letusan gunung krakatau
ShareTweetShareSend
Hana Yudi Perkasa

Hana Yudi Perkasa

an enterprising human being who realizes that the miracle is another name of an effort

Artikel Menarik Lainnya

Jadwal Imsak Bandar Lampung Ramadhan 2024
Other

Jadwal Imsak Bandar Lampung Ramadhan 2024

March 11, 2024
Jadwal dan Lokasi SIM Keliling Terbaru di Bandar Lampung
Other

Jadwal dan Lokasi SIM Keliling Terbaru di Bandar Lampung

October 30, 2023
Rekomendasi Komunitas Dance Cover di Lampung, Yuk Join dan Kembangkan Bakat Menari Kamu di Sini!
List

Rekomendasi Komunitas Dance Cover di Lampung, Yuk Join dan Kembangkan Bakat Menari Kamu di Sini!

October 25, 2023
Cara Klaim Kacamata Melalui BPJS Kesehatan
Infographic

Cara Klaim Kacamata Melalui BPJS Kesehatan

August 31, 2023
Next Post
Punggung Naga: Camping Ground dengan View Perbukitan dan Pemandangan Laut di Pesawaran

Punggung Naga: Camping Ground dengan View Perbukitan dan Pemandangan Laut di Pesawaran

Discussion about this post

Trending Minggu Ini

  • Mengenal Nuwo Sesat, Rumah Tradisional Lampung

    Mengenal Nuwo Sesat, Rumah Tradisional Lampung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Simak Tarif dan Rute Kereta Api di Lampung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Simpan Nomor Telepon Penting Ini di Kontakmu! Ini Daftar Nomor Penting di Lampung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tak Hanya Stasiun Tanjung Karang, Berikut Daftar Stasiun Kereta Api yang Ada di Lampung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jadwal Imsak Bandar Lampung Ramadhan 2023

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Berita Lampung Terkini

ADVERTISEMENT
Lampung Geh!

© 2021 PT Lampung Geh Helau

Lampung Geh Page Link

  • Web Lampung Geh News
  • Lowongan Lampung
  • Store
  • Join

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Directory
    • Cities
      • Bandar Lampung
      • Metro
      • Pringsewu
      • Pesawaran
      • Tanggamus
      • Tulang Bawang
      • Tulang Bawang Barat
      • Lampung Barat
      • Lampung Timur
      • Lampung Tengah
      • Lampung Utara
      • Lampung Selatan
      • Way Kanan
      • Mesuji
    • Culinary
    • Place
    • People
    • Culture
    • Hotel
    • List
    • Business
    • Other
  • News
    • Kabar Helau
    • Berita Terkini
  • Event
  • Career
  • Store
  • Login
  • Sign Up

© 2021 PT Lampung Geh Helau

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Sign Up with Google
OR

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
×

Halo Sekelik! Silakan chat kami di sini.

Admin Lampung Geh
Support Admin Lampung Geh
×