Pringsewu – Sudah dikenal masyarakat luas bahkan sampai mancanegara tetapi masyarakat terdekat malah tidak tahu? Mungkin ini lah saatnya sebagai masyarakat daerah Lampung khususnya Pringsewu wajib tahu dengan keberadaan rumah produksi batik Pringsewu yang satu ini. Sekilas dari luar rumah ini memang terlihat menarik nan aesthetic, banyaknya lukisan mural penuh warna yang tergambar pada tembok rumah sederhana ini turut membuat mood seseorang yang melihatnya menjadi bersemangat ingin segera dihampiri.
Ramones Art merupakan rumah produksi batik Pringsewu yang sekaligus menjadi pusat kegiatan pelatihan seni rupa. Di dalamnya terdapat pelatihan seni lukis, kriya, sablon, sampai batik. Namun yang paling menonjol adalah batik. Karena konsep batik sendiri sering dilakukan oleh Ramones Art untuk tujuan pengembangan masyarakat. Jenis batiknya sendiri bermacam-macam yaitu ada batik tulis, sampai batik cap. Namun teknik batik tulis khususnya batik kontemporer yang lebih sering diturunkan dalam kegiatan pembinaan masyarakat karena sasaran utama adalah para ibu-ibu. Ramones Art sendiri sudah diresmikan sejak 2018 oleh Bupati Pringsewu yaitu Sujadi bersama wakilnya Fauzi.
Masyarakat yang sudah terlibat di dalam pembinaan tersebut berasal dari berbagai daerah yaitu Pringsewu Barat, Ambarawa Barat, Gading Rejo Timur, dan Sukoharjo. Dalam sistem pengajarannya Ramones Art membina masyarakat tentu dimulai dari pembelajaran dasarnya mulai dari kain putih, desain, canting, pewarnaan, pencucian, sampai batik jadi. Ramones Art membina masyarakat sampai benar-benar bisa mandiri dalam membangun usahanya. Bahkan jika memiliki kendala dalam hal permodalan maka Ramones Art bersedia untuk menyuplai terlebih dahulu alat dan bahannya, hal itu dilakukan karena melihat mayoritasnya adalah masyarakat menengah ke bawah.
Fitri Amin Buchori, yang akrab disapa Pe’i merupakan owner sekaligus mentor dari Ramones Art, ia mengatakan bahwa yang berbeda di sanggar seni Ramones Art ini adalah yang bisa membatik tidak harus wanita, tetapi laki-laki juga bisa membatik. Maka dari itu anggota yang ada di dalamnya bukan perempuan namun justru laki-laki atau bujang-bujang sebutannya, yang tidak hanya terampil dalam melukis dan mengukir namun juga membatik.

Ruang Desain | Foto : Agustina Suryati, Jum’at (5/2/2021)

Para anggota sengaja dididik untuk menjadi pengusaha sekaligus mengembangkan warisan budaya nenek moyang. Anggota yang masih berada di Ramones Art merupakan kelompok bujang-bujang berjumlah 8 orang yang sesungguhnya juga masih dalam tahap proses pembinaan. Kemudian sisa anggotanya sudah dapat mendirikan usaha mandiri berkat hasil pembinaan di Ramones Art tersebut. Konsep sosial yang selalu dijunjung tinggi dalam sanggar tersebut pernah membawanya untuk membina para anak-anak punk dan penyandang disabilitas. Kemudian sampai saat ini juga masih aktif dalam pembinaan di beberapa lapas di Lampung.

Plang nama Ramones Art | Foto : Agustina Suryati, Jum’at (5/2/2021)
Jika ingin segera singgah untuk sekedar mencari oleh-oleh atau belajar di sanggar seni rupa tersebut lokasi yang dapat diakses sangatlah mudah karena letaknya tidak jauh yaitu hanya 1,1km dari pasar induk Pringsewu. Dari arah pasar induk Pringsewu (Jalan Jendral Sudirman) menuju arah barat, kemudian belok kanan setelah Alfamart Tugu Bambu Petani melewati polres ke arah Jalan Veteran, kemudian belok kiri ke arah Jalan KH Gholib Raya, belok kiri ke Gang Batik setelah Indomaret KH. Gholib 1 dan di situ terdapat plang nama di sebelah kiri, kemudian belok ke kanan.
Jalan KH Gholib Raya, Gang Batik, Pringsewu Barat, Kabupaten Pringsewu.
Colaborator
Penulis Artikel: Agustina Suryati
Editor: M Adita Putra


















Discussion about this post