Indonesia memiliki daratan yang luas terbentang dari Sabang sampai Merauke, seperti yang kita ketahui Indonesia kaya akan keanekaragaman flora dan fauna. Lambat laun, semakin bertambahnya tahun perusakan alam tak terelakan. Perburuan, penggundulan lahan, eksploitasi fauna yang terancam punah tak terelakkan.
Melihat keadaan seperti ini maka perlu digerakkan perlindungan ekosistem agar tumbuhan serta satwa terjaga habitatnya dan mencegah kepunahan. Oleh karena itu fungsi untuk melindungi habitat satwa dan tumbuhan agar terjaga keaslian serta mencegah perusakan lingkungan, adalah dengan menjadikan ekosistem tersebut menjadi cagar alam
Cagar alam merupakan bagian dari kawasan suaka alam yang memiliki fungsi pokok sebagai kawasan yang digunakan sebagai pengawetan keanekaragaman tumbuhan dan satwa beserta dengan ekosistemnya, selain itu juga berfungsi sebagai wilayah perlindungan sistem penyangga kehidupan.

Kawasan ini juga dinilai memiliki keunikan sesuai dengan daerah dari suaka alam ini. Cagar alam menjaga keaslian dari sebuah ekosistem sesuai dengan daerah geografisnya. Keperluan untuk menjaga ekosistem ini melahirkan harapan agar terjaganya keseimbangan serta melestarikan populasi fauna agar bertambah dan tidak mencapai kepunahan.
Selain pada keperluan untuk menjaga kelestarian habitat, cagar alam juga diharapkan bisa menjadi tempat untuk melakukan penelitian serta memenuhi kepentingan akademis.Pada dasarnya keberadaan cagar alam ini tidak diperuntukkan kegiatan wisata atau didatangi secara kolektif oleh masyarakat.
Dinas Kehutanan Provinsi Lampung mencatat bahwa Lampung memiliki dua cagar alam, yaitu:
- Cagar Alam Kepulauan Krakatau

Merupakan kawasan gunung api bersejarah terletak di perairan laut selat sunda. Krakatau miliki cerita dahsyat yang pernah meletus hebat pada tahun 1883, menyebabkan hilangnya peradaban, tsunami, langit gelap tertutup awan panas hingga cuaca yang dingin, serta perubahan iklim global.
Pada saat ini kawasan gunung api yang masih aktif hingga sekarang ini, pada tahun 20019 dijadikan kawasan cagar alam memiliki empat pulau kecil yaitu: Pulau Rakata, Pulau Anak Krakatau, Pulau Sertung, dan Pulau Panjang (Rakata Kecil).Dikutip dari wikipedia bahwa pada zaman dahulu semua pulau ini berasal dari satu sistem gunung berapi tunggal yaitu Krakatau yang pernah ada di masa lalu.

Cagar alam yang memiliki luas 130 hektar ini merupakan laboratorium alami yang sangat penting dijadikan tempat penelitian dilihat dari segi keanekaragaman hayati, sifat tanah, serta kegiatan vulkanik. Untuk mengunjungi Cagar Alam Kepulauan Krakatau tidak bisa dilakukan sembarang orang dan harus memiliki surat izin.
Mengingat bahwa status gunung yang masih aktif dan berbahaya di dunia, cagar alam ini dibuka dengan melihat status dan keadaan gunung, kebanyakan yang mengunjungi adalah peneliti atau kepentingan dokumentasi. sesekali akan dibuka seperti ketika ada acara Lampung Krakatau Festival yang terakhir diadakan pada tahun 2022 dengan tujuan untuk menarik wisatawan mancanegara.
- Cagar Alam Laut Bukit Barisan Selatan

berada di kawasan bagian selatan provinsi Lampung dan terbentang hingga daerah Bengkulu. Cagar Alam Laut (CAL) Bukit Barisan Selatan berdampingan dengan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan, memiliki luas kurang lebih 21.600 ha bersama dengan pengelolaan taman nasional. Cagar alam ini menjadi pusat penelitian melihat pada ekosistem yang khas,salah satunya adalah habitat asli dari harimau sumatera, badak sumatera, gajah sumatera, beruang madu dan masih banyak lagi.
Lampung merupakan provinsi yang kaya akan alam, yuk eksplore lebih jauh lagi sekelik.














Discussion about this post