Lampung Geh, Bandar Lampung – Komunitas Puwala, singkatan dari Puwakhi Anjak Lampung yang didirikan oleh M. Mifta Yoga Fahreza dan Aufar Robbani, dua siswa cemerlang dari SMA IT Insan Mulia Boarding School, di bawah bimbingan guru mereka, Ardian Fahri, M.Pd.
Tujuan Komunitas Puwala
Tujuan komunitas ini adalah untuk memperkenalkan dan mempertahankan kekayaan sejarah dan budaya Lampung kepada generasi baru dan masyarakat umum.
Sebagai bagian dari inisiatif ini, mereka meluncurkan aplikasi inovatif yang disebut SEBULA, yang berarti Sejarah dan Budaya Lampung.
Aplikasi ini menawarkan fitur interaktif dan edukatif yang memungkinkan pengguna mempelajari sejarah dan budaya Lampung dengan mudah. Fitur-fiturnya mencakup informasi tentang tradisi, adat istiadat, cerita rakyat, dan lokasi bersejarah di Lampung.

Dalam upaya mendukung pelestarian budaya Lampung, komunitas Puwala juga aktif di media sosial melalui akun Instagram mereka @puwala_.
Menurut Mifta ‘’Akun ini digunakan untuk memposting konten pembelajaran, mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam kegiatan pelestarian budaya, dan kedepannya Akun ini menjadi cara untuk menyebarkan kecintaan pada budaya Lampung karena kontennya yang menarik.’’

Mifta dan Aufar yang saat ini masih berstatus sebagai siswa, terinspirasi untuk memulai proyek ini setelah menyadari kekayaan budaya Lampung yang semakin terpinggirkan mengungkapkan “Kami ingin agar generasi muda bisa lebih mengenal dan menghargai warisan budaya kami. Komunitas dan aplikasi ini merupakan langkah konkret untuk mencapai tujuan tersebut,” ungkap Mifta.
Aufar menambahkan, “Dengan adanya Sebula dan Komunitas Budaya Lampung, kami berharap bisa mengajak lebih banyak orang untuk terlibat dalam pelestarian budaya. Kami juga ingin komunitas ini menjadi wadah untuk menyebarkan pengetahuan.”
Harapan Kedepannya
Mifta dan Aufar berharap komunitas Puwala, aplikasi SEBULA, dan dukungan dari akun Instagram @puwala_ akan menarik perhatian generasi muda terhadap warisan budaya Lampung.
Selain itu, mereka mendorong masyarakat untuk bergabung dalam komunitas dan membantu melestarikan budaya lokal.
Aplikasi SEBULA dan komunitas Puwala menunjukkan bahwa keinginan untuk melestarikan warisan budaya dapat dicapai dengan menggunakan teknologi canggih, sehingga budaya Lampung dapat tetap hidup dan dikenal oleh generasi mendatang.
Colaborator
Penulis Artikel: Ristyak
Editor: Fatimah Zahra











Discussion about this post