Bandar Lampung – Mencari tempat bersantai dengan udara segar dan pemandangan indah tak perlu bingung. Di Kota Bandar Lampung sudah tersedia beberapa tempat wisata yang bisa menjadi solusi untuk melepas penat. Salah satunya yaitu Wahana Tirta Pesona, konsep yang diusung wisata ini ialah taman bunga dan agrowisata dengan suasana perbukitan. Memiliki total luas sekitar 19 hektare serta terdapat banyak fasilitas pendukung untuk wisatawan nikmati dan gunakan di lokasi ini. Awalnya, lokasi tersebut adalah tempat pembibitan tanaman. Namun seriring berjalannya waktu, banyak masyarakat yang datang untuk berfoto di sana. Akhirnya, pengelola melakukan renovasi untuk dijadikan lokasi foto-foto. Melihat pengunjung kian bertambah, maka pengelola memutuskan untuk menjadikan lokasi itu sebagai agrowisata.
DI lokasi ini terbagi menjadi dua zona yaitu zona 1 (berada di bawah) dan zona 2 (berada di atas), hampir sama saja zona tersebut yang membedakannya yaitu di zona dua pengunjung bisa melihat keindahan pemandangan perkotaan dari atas ketinggian, untuk dapat melihatnya pengunjung harus menaiki rumah pohon di zona tersebut. Sedangkan di zona pertama, yang begitu menonjol yaitu terdapat saung-saung yang berjejer rapih serta cantiknya tanaman bunga di sekitar saung tersebut. Pengunjung tak perlu khawatir terkait fasilitas di lokasi ini, karena sudah lengkap contohnya saja tersedianya toilet, masjid, resto, kantin, saung, spot foto, rumah pohon dan taman bermain anak. Hanya dengan merogoh kocek sebesar Rp 5 ribu saja pengunjung sudah bisa menikmati semua fasilitas yang ada di sini termasuk saung dan lain sebagainya.
Tak kalah menarik pemandangan dan suasana yang disajikan membuat para pengunjung merasa betah dan rasanya ingin berlama-lama di lokasi ini. Hal yang begitu mencolok ketika berkunjung ke sini yaitu terdapat ratusan tanaman hias yang menghiasi pelataran tempat ini dan semua itu diperjual-belikan, harganya pun bervariatif mulai dari yang termurah kisaran Rp 5 ribu hingga termahal sebesar Rp 55 juta juga tersedia di Wahana Tirta Pesona. Selain tanaman hias, ada juga tanaman lain yang dikembangkan maupun diperjual-belikan yaitu tanaman buah. Terkait fasilitas di Wahana Tirta Pesona, pengelola menyediakan jasa tour guide (pemandu wisata) untuk dapat mengarahkan para wisatawan untuk lebih mengetahui tanaman yang ada di sana. Jangan khawatir terkait biaya, karena jasa pemandu wisata tersebut sudah termasuk tiket masuk. Jadi pengunjung dapat melihat, mempelajari, sekaligus jika berminat pengunjung dapat membelinya secara langsung di lokasi ini.
Tanaman di sini juga hasil budidaya dan rekayasa tumbuhan melalui teknik kultur jaringan dan ada juga laboratorium khusus di lokasi ini. Ada berbagai jenis tanaman aglonema, bonsai, philodendron, keladi, bunga telang, aneka tanaman rambat, dan banyak lagi. Khusus Anggrek dan Aglonema, ada tempat tersendiri yang dinamakan Anggrek Greenhouse dan Aglonema Corner, dilengkapi atap untuk menjaga tanaman terkena sinar matahari secara langsung. Beberapa jenis tanaman sangat unik karena merupakan hasil persilangan. Jam operasional Wahana Tirta Pesona dibuka setiap hari mulai pukul 08.00 WIB hingga pukul 18.00 WIB, tetapi pengunjung ingin berlama-lama di lokasi hingga malam hari juga disilahkan.
Tak melulu semua tentang edukasi tanaman, hal menarik ditunjukan pengelola dengan mengemas wisata ini untuk terlihat nyaman dan kepuasan pengunjung ketika berwisata. Ide kreatif pun muncul dari pengelola memberikan tempat ini bukan sekedar hanya sebatas untuk edukasi, tetapi juga akan lebih luas dimanfaatkan untuk rekreasi juga untuk keluarga. Tersedianya taman bermain anak seperti jungkat-jungkit, perosotan, ayunan dan masih banyak lagi membuat pengelola ingin menambah untuk dapat memberikan kesan yang terbaik kepada pengunjung terutama anak-anak yaitu dengan menyediakan permainan scooter. Permainan scooter ini disewakan terhadap pengunjung dengan biaya Rp 5 ribu per jam.
Jl. Pangeran Tirtayasa, Gg. Rewok, Kelurahan Campang Raya, Kecamatan Tanjung Karang Timur, Kota Bandar Lampung.
Colaborator
Penulis Artikel: M. Abid Rabbani
Editor: Ratih Purwaningsih










Discussion about this post