Lampung Selatan – Kain Inuh merupakan kain khas bagi masyarakat Pesisir seperti warga masyarakat Kalianda pada umumnya, mengingat kontur geografisnya berada di tepi pantai. Tak heran untuk mengenalkan Budaya dan Adat Budaya Lampung, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan telah membangun sebuah taman yang letaknya tidak jauh dari Kompleks Pemda. Di tengah-tengah Taman Kain Inuh ini terdapat monumen beserta papan nama dengan tulisan “Kain Inuh Sangon Warisan Saka Anjak Sekala Beghak Kain Inuh Gekhalne Kebalakan Asli Way Handak”.

Taman Kain Inuh tidak hanya berfungsi sebagai tempat menjaga kelestarian Adat Budaya Lampung, tetapi juga bisa dijadikan sarana bermain anak dan juga ruang terbuka hijau bagi masyarakat. Letak lokasinya juga sangat strategis yaitu terletak di pinggir jalan Trans Sumatera, tepatnya setelah pertigaan Pemda Lampung Selatan dari arah Bakauheni. Tak heran hampir setiap kunjungan ialah masyarakat yang melakukan perjalanan jauh untuk menuju Pelabuhan Bakauheni atau ke Bandar Lampung dan sekitarnya, mereka biasanya mengujungi taman ini untuk sekedar beristirahat dan mengabadikan foto di monumen.

Menurut sejarahnya, ada dua kelompok masyarakat adat di Lampung yaitu Saibatin dan Papadun. Keduanya memiliki kebiasaan yang berbeda dalam memakai pakaian adat, dimana Saibatin dalam kegiatan adat istiadatnya menggunakan kain kapal dan kain inuh, sedangkan Papadun menggunakan kain tapis. Kain inuh pun kemudian diabadikan juga dalam bentuk monumen sekaligus sebuah taman terbuka di Kalianda. Di sekitar lokasi taman juga ditumbuhi oleh berbagai tumbuhan hijau yang segar dan suasananya juga sejuk karena adanya beberapa pohon yang berada di area taman. Masyarakat sekitar pun turut antusias dalam keberadaan taman ini, mereka juga berinisiatif untuk membuka lahan jualan makanan dan minuman di sekitar lokasi. Pengunjung tidak perlu khawatir terkait harga tiket masuk, karena taman ini merupakan fasilitas umum untuk masyarakat gunakan dalam sehari-hari misalnya saja berolahraga dan lain sebagainya.
Credit Foto: @arif_rahman_s @agung_sanjaya_kusuma
Kedaton, Kalianda, Lampung Selatan
Colaborator
Penulis Artikel: M. Abid Rabbani
Editor: Ratih Purwaningsih









Discussion about this post