Lampung Timur – Sejarah singkat Taman Purbakala Pugungraharjo yang merupakan situs kepurbakalaan ini terletak di Desa Pugungraharjo, Kecamatan Sekampung Udik, Kabupaten Lampung Timur yang dahulu merupakan tempat pemukiman nenek moyang yang sudah ramai dan maju sebelum ditinggalkan penghuniannya. Pada tahun 1954 kembali dibuka pemukiman oleh masyarakat transmigrasi lokal dari daerah Sekampung, Batanghari dan Metro pada waktu itu berjumlah 78 kepala keluarga dari para mantan pejuang 1945 yang tergabung dalam BRN ( Biro Rekonstruksi Nasional) untuk membuka lahan pemukiman dan pertanian.

Hingga sampai pada tahun 1957 saat warga menjalankan aktivitasnya untuk membuka hutan untuk dijadikan lahan ditemukan susunan batu besar, gundukan tanah yang berbentuk bujur sangkar, sebuah patung yang utuh, oleh kepala desa dan pemuka masyarakat temuan tersebut dilaporkan Kelembagaan Purbakala Jakarta. Kemudian dilakukanlah penelitian pada awal 1968 yang dipimpin oleh Drs.Buchori, dan terus dilakukan pencatatan-pencatatan pada tahun 1973 dan 1977 hingga sampai 1980 pada bulan april kegiatan penelitian dilanjutkan dengan ekskavasi (penggalian) pada situs komplek Batu Mayat (kompleks Batu Kandang) dengan membuka lima kotak galian, dari hasil serangkaian penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa kompleks Megalitikum Pugungraharjo meliputi luas kuang lebih 25 hektare yang dikelilingi oleh benteng parit di sebelah utara dan sungai di sebelah Selatan.

Situs Pugungraharjo sebagai komplek megalitikum, terletak di ketinggian 80 M di atas permukaan air laut. Dilihat dari hasil penemuannya yang begitu banyak dan berada dalam satu areal situs, dari zaman prasejarah, klasik (Hindu-Budha), hingga kurun Islam, ini jarang terjadi didaerah lain di Indonesia. Artefaknya begitu luar biasa seperti keramik asing dari berbagai dinasti, keramik lokal, jutaan manik-manik dalam berbagai ukuran, bentuk maupun warna bahan dari batu, getah dan tanah liat, dolmen, menhir, pisau,mata tombak, batu berlubang, batu lumpang, batu bergores, batu pipisan, batu asahan, kapak batu, batu trap punden, gelang perunggu dan sebagainya. Fiturnya berupa benteng-benteng parit yang memanjang dari Barat ke Timur sebagai pelindung pemukiman didalamnya, sejumlah punden baik besar maupun kecil.

Beberapa bagian yang terdapat diTaman Purbakala Pugung Raharjo yaitu pertama Benteng Tanah. Benteng Tanah adalah gundukan tanah yang berbentuk persegi panjang terdiri dari benteng dan parit yang salah satu sisinya berupa anak sungai sekampung (way sekampun) dengan tinggi benteng 2 – 3,5 meter dan kedalam parit 3 – 5 meter. Terdapat 2 benteng yang ada di situs ini yaitu benteng timur dengan panjang 1.200 meter dan benteng barat dengan panjang 300 meter.

Yang kedua adalah Punden Berundak/Teras Berundak. Menurut cerita guide DPC HPI Lamtim, Regita Putri Banar Syahs diketahui semula punden yang ada di Taman Purbakala ini berjumlah 13 buah, tetapi seiring berjalannya waktu hanya tersisa 7 buah. Punden Berundak berupa gundukan tanah dan batu yang berundak-undak, terdiri atas punden sebelah barat dan punden sebelah timur. Punden barat meliputi punden I dengan dua undakan, punden II terdiri dari tiga undakan, punden III terdiri atas dua undakan, dan punden IV berupa gundukan tanah setinggi 1 m. Adapun di punden sebelah timur terdapat punden besar dengan tiga undakan dan merupakan punden terbesar yang dikelilingi parit kecil. Sebuah punden di bagian paling timur situs yang berukuran 8 m x 8 m, menurut keterangan penduduk setempat merupakan tempat ditemukannya Arca Bodhisatwa yang dikenal sebagai patung Puteri Badariah oleh masyarakat setempat. Arca Bodhisatwa tersebut saat ini disimpan di Museum Situs Pugungraharjo.

Lalu ada Batu berlubang terdapat di bagian timur situs, yakni dekat mata air. Batu berlubang terbuat dari batu kali berwarna hitam abu-abu yang terdapat empat lubang di bagian permukaan batu yang datar. Terdapat 19 batu berlubang di situs ini. Fungsi batu berlubang ini kemungkinan untuk melumatkan sesuatu yang perlu dihaluskan, serta berkaitan dengan upacara kematian. Ada juga Lumpang Batu, terdapat dua buah lumpang batu di situs Pugungraharjo, yakni di sawah di sebelah timur situs, sedangkan yang lain berada di dekat batu mayat.

Selain batu berlubang dan lumpang batu ada juga batu bergores. Temuan empat buah batu bergores terdapat di tepi sungai kecil di sisi selatan situs. Bentuk goresan berupa garis-garis dengan lekukan sebesar jari namun jelas menunujukkan hasil karya manusia.

Lalu ada kompleks Batu Kandang atau Batu Mayat.Yaitu berupa sekelompok batu besar yang disusun dalam bentuk empat persegi dengan arah menghadap timur dan barat. Di bagian tengah kelompok batu besar ini terdapat batu yang oleh penduduk setempat disebut dengan Batu Mayat. Batu tersebut berbentuk bulat panjang yang di kedua ujungnya dipahatkan phallus (lambang alat kelamin laki-laki).

Menelusuri lebih dalam kita menuju ke Kolam Megalitikum atau Batu Bertuah. Disebut Kolam Megalitikum karena di dalam kolam ini terdapat peninggalan-peninggalan zaman megalitikum seperti, batu berlubang dan batu bergores seperti yang dijalaskan di atas. Di tempat inilah diyakini nenek moyang kita melakukan kegiatan meramu, mengasah senjata dan kegiatan yang lainnya. Untuk pengunjung boleh merendam kaki ke kolam tersebut, terdapat ikan-ikan kecil yang akan menghampiri kaki, diyakini masyarakat sekitar biasa melakukannya untuk terapi. Dan di samping kolam tersebut terdapat kolam yang bisa digunakan untuk berendam, pastikan pengunjung untuk membawa pakaian ganti saat ingin berendam ke kolam dikarnakan di taman purbakala tidak ada yang menjual pakaian ganti.

Untuk wisatawan yang ingin mengunjungi Taman Purbakala bisa langsung menuju ke lokasi wisatanya, untuk tiket masuk gratis hanya saja membayar uang parkir di sekitaran parkir dengan biaya Rp 5000 untuk kendaraan roda dua dan untuk roda empat Rp,10.000. Untuk bantuan guide bisa menghubungi pihak pengelola atau dengan bantuan guide sekitar.
Pugung Raharjo, Sekampung Udik, Kabupaten Lampung Timur, Lampung 34384.
Colaborator
Penulis Artikel: M Danil Prayoga
Editor: M Adita Putra










Discussion about this post