Lampung – Mengunjungi suatu daerah kurang lengkap kalo gak cobain juga makanan khas daerahnya. Setiap daerah memiliki cita rasa dan keunikan di setiap masakannya, misalnya makanan asal sumatera barat yang banyak di dominasi dengan rasa pedas atau sumatera selatan yang memiliki banyak masakan yang bercita rasa cenderung gurih.
Lampung juga memiliki banyak kuliner khas daerahnya yang bisa kamu cicipi. Kalau kemarin kita bahas mengenai makanan ringan khas Lampung, sekarang Min-Geh mau ajakin kalian eksplor kuliner khas Lampung yang berkuah nih sekelik.
Makanan berkuah di beberapa orang menjadi sebuah kewajiban untuk pelengkap lauk, katanya sih biar nasi nya gak kering. Menyeruput kuah segar berbumbu khas tentunya bikin makan makin nagis sekelik.
Kira-kira apa saja ya kuliner berkuah khas Lampung, yuk simak di bawah ini:
Gulai Taboh

Gulai Taboh merupakan makanan khas dari salah satu daerah Lampung yaitu Pesisir Barat. Gulai taboh merupakan makanan olahan ikan laut yang dimasak bersamaan dengan santan, beberapa jenis ikan yang sering diolah untuk membuat gulai ini adalah ikan tuna dan ikan tongkol, ikan nila atau ikan gabus. Lalu dilengkapi dengan sayuran seperti kacang panjang, irisan cabai, kacang merah atau rebung. Makanan ini punya cita rasa yang menyegarkan karena ditambah asam dari belimbing wuluh yang juga menghilangkan bau amis dari ikan yang diolah.
Gulai taboh sendiri sudah dinobatkan menjadi warisan tak benda asal Lampung di tahun 2015. Tentu banyak variasi dan kondimen tambahan dalam pembuatan gulai satu ini akan tetapi rasa utama yang pasti terkecap dibibir adalah gurih asin dari santannya. Sekelik ada yang suka masak gulai taboh dirumah?
Umbu

Umbu merupakan salah satu makanan khas Lampung, bahan utamanya unik sekali sekelik yaitu rotan muda yang direbus hingga lunak dan dapat dikunyah. Umbu sendiri biasanya dicampur untuk menumis sayur dengan kuah sedikit bercita rasa gurih atau bisa di lalap juga. Namun karena tanaman rotan sulit ditemukan biasanya Umbu dimasak hanya ketika ada acara adat atau acara lainnya. Umbu biasanya dimasak bersamaan dengan campuran ayam, jagung muda, wortel, sawi atau pokcoy.
Gabing

Sekelik Gabing merupakan salah satu makanan khas Lampung yang sekarang sudah jarang ditemui. Bahan utama dari gabing ini sendiri tergolong unik yaitu batang kelapa muda yang dipotong-potong, lalu dimasak dengan kuah santan. Gabing dinilai memiliki rasa manis alami. Tekstur dari gabing sendiri mirip seperti rebung. Gabing lebih mirip seperti kuah opor ayam yang sering kita jumpai karena bahan bumbu utama yang mirip seperti opor ayam sedikit ditambah dengan cabe rawit utuh, umm makin enak kalo makan pake nasi anget nih sekelik.
Pindang

Meskipun juga ada di daerah lain tapi pindang asli Lampung punya keunikannya sendiri loh. Ciri-ciri utama dari pindang khas Lampung adalah kuahnya yang cenderung berwarna kuning dan pekat. Pindang juga menjadi salah satu makanan favorite masyarakat Lampung. Bahan utama yang sering digunakan adalah seperti ikan patin, ikan baung, atau ikan simba. Makin bangik dipadu dengan lalapan dan sambal tempoyak atau sambal terasi sekelik. Duh jadi laper…
Oh iya sekelik kita pernah bahas juga loh rekomendasi tempat makan pindang yang pasti dijamin enak nih klik aja disini.
Gulai Balak
Setelah sebelumnya kita bahas gulai ikan nah sekarang kita bahas Gulai balak. Balak merupakan kata asli bahasa Lampung yang memiliki arti besar. Eits, tapi bukan berarti porsinya besar ya sekelik. Hal ini dikarenakan biasanya gulai balak disajikan ketika hari besar seperti Idul Fitri, Idul Adha, atau ada hajatan dan acara adat besar. Jadi artinya gulai balak merupakan gulai yang dimakan saat acara besar atau makan besar.
Gulai balak berbahan dasar dari daging sapi atau daging kambing. Dimasak dengan dengan santan dan bumbu gulai berwarna kuning dari kunyit dan memiliki cita rasa yang gurih dan pedas.
Nah, itu tadi beberapa makanan berkuah khas Lampung, Beberapa masih bisa mudah kita temukan namun beberapa juga lumayan sulit untuk dijumpai dan hanya ada ketika acara besar saja. Sekelik kira-kira abis ini kita bahas apalagi ya?










Discussion about this post