Bandar Lampung – Sumber Agung merupakan kelurahan yang berlokasi di Kota Bandar Lampung tepatnya berada di Kecamatan Kemiling. Berjarak sekitar 10 kilometer dari pusat kota. Sumber Agung memiliki potensi daya tarik wisata seperti Kebun Karet, Batu Tameng, Kebun Kopi, Batu Lapis, Kebun Kemiri serta terdapat sentra keripik pisang yang bisa dijadikan tempat pusat oleh-oleh dan pengelolaan gula aren.
Kelurahan Sumber Agung sudah ditetapkan desa wisata dan menjadi salah satu destinasi wisata yang ada di Lampung khususnya Kota Bandar Lampung. Desa Wisata Sumber Agung dikelola oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) yang sudah mendapat dukungan dari Pemerintah Daerah untuk pengembangannya. Desa Wisata Sumber Agung juga memiliki beragam atraksi wisata unggulan seperti trekking, camping, dan edukasi agrowisata yang dibalut dengan konsep ekowisata.

Sistem pengemasan wisata yang digunakan Desa Wisata Sumber Agung berupa paket wisata yang ditujukan kepada wisatawan berkeluarga ataupun berkelompok dalam minat khusus dengan menawarkan pengenalan budaya masyarakat setempat yang masih terjaga serta wisata edukasi dan alam. Pada saat kondisi pandemi wisatawan lebih condong ingin melakukan aktivitas wisata dengan konsep tertutup (menjauhi kerumumanan) dan salah satu yang paling banyak diminati sekarang ialah trekking. Paket wisata trekking yang dikemas oleh Pokdarwis Sumber Agung, memiliki kepuasaan kepada wisatawan dengan memberikan fasilitas yang lengkap serta biaya yang terjangkau pastinya. Biaya paket wisata trekking Rp 75.000 – Rp 100.000, khusus paket wisata ini sudah tersedia local guide (pemandu wisata lokal) yang menjamin K3L (kesehatan, keselamatan, keamanan, dan lingkungan) serta penyediaan P3K.

Luas Taman Hutan Raya (Tahura) yaitu seluas 222.422 hektar yang mana sebagaian besarnya sudah dikelola oleh masyarakat. Dalam perjalanan trekking wisatawan tak perlu khawatir akan informasi terkait lokasi ini, karena sudah tersedianya pemandu wisata lokal yang akan menjelaskan secara detail tentang sejarah Desa Wisata Sumber Agung, kondisi pengelolaan hutan dan lainnya. Wisatawan bisa menanyakan apa saja selama perjalanan trekking, tak ketinggalan juga selama trekking mata kita akan dimanjakan oleh kabut di sekitar kawasan hutan serta merasakan kesejukan alam yang sangat asri.

Pohon kemiri ini dikelola oleh Abah Mus yang didukung oleh masyarakat dan kehutanan. Penanaman kemiri ialah bagian dari budaya masyarakat Sumber Agung dalam memanfaatkan serta pengelolaan hutan secara baik dan benar. Sampai saat ini usia hutan kemiri sudah 25 tahun yang luasnya 2 hektar. Untuk luas hutan yang ditumbuhi kemirinya saja hanya 1 hektare, pohon kemiri ini dipanen setiap tahunnya. Waktu yang tepat untuk mengunjungi hutan kemiri ini adalah pagi hari dengan cuaca yang sejuk serta mempunyai tagline “Hutan Lestari, Rakyat Sejahtera”.
Jika telah tiba musim panen akan mendapatkan keuntungan sebesar 50 juta per tahunnya. Secara hasil sangat memuaskan bagi masyarakat. Sedangkan ekosistem hutan yang terdapat di hutan ini macam-macam tumbuhan dengan kategori tajuk tinggi seperti kemiri, durian, nira ; tajuk sedang seperti lada, kopi, cengkeh, dan cabai dan bertajuk rendah seperti jahe dan bawang.
Jl. Wan Abdurrahman, Kelurahan Sumber Agung, Kecamatan Kemiling, Kota Bandar Lampung.
Colaborator
Penulis Artikel: M. Abid Rabbani
Editor: Ratih Purwaningsih










Discussion about this post