Lampung Selatan – Way Kalam merupakan air terjun yang memiliki arti nama yang berasal dari Bahasa Lampung, Way artinya air, sedangkan Kalam artinya cadas. Secara garis besar Way Kalam artinya air yang keluar dari batu sehingga saat dahulu banyak sekali sumber mata air yang berada di sini. Way Kalam berada di kaki Gunung Rajabasa di bagian barat puncak gunung. Mungkin sekitar 2 kilometer (garis lurus) jaraknya dari puncak gunung, dibuka untuk umum sekitar tahun 1990-an.
- Air Terjun Way Kalam Utama | sumber : Ketua Pokdarwis
- Air Terjun Way Kalam utama | sumber : Ketua Pokdarwis
Air Terjun Way Kalam berlokasi di Desa Way Kalam, Kecamatan Penengahan, Kabupaten Lampung Selatan. Jarak tempuh dari Bandar Lampung menuju lokasi 83 kilometer (via tol) dengan waktu tempuh sekitar 1 jam 40 menit. Sedangkan, ketika kalian lewat Jalan Lintas Sumatera sekitar 75 kilometer dengan waktu tempuh 2 jam, sedangkan dari Pelabuhan Bakauheni berjarak sekitar 20 kilometer dengan waktu tempuh sekitar 30 menit melalui Jalan Lintas Sumatera.
Air terjun ini masuk ke dalam area Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) XIII Gunung Rajabasa. Sedangkan, tiket masuk yang ditawarkan sangatlah murah kalian cukup membayar Rp 5ribu per orang untuk biaya parkir motor Rp 5ribu dan parkir mobil Rp 10ribu dengan harga tersebut, kalian sudah bisa menikmati gemercik kesejukan Air Terjun Way Kalam. Fasilitas yang disediakan oleh Pokdarwis setempat seperti parkir kendaraan, mck, warung jualan.
Air terjun ini dikelola oleh Pokdarwis setempat, di tempat ini terdapat 2 air terjun yaitu, air terjun utama dan anakan, berjarak sekitar 600 meter dan jalan sudah dicor sehingga motor bisa langsung sampai ke lokasi. Buat kalian yang ingin camping ground di air terjun ini tentu sangatlah bisa. Kalian bisa menjadikan tempat bermalam sehingga bisa menikmati keindahan air terjun tersebut. Untuk camping ground kami sarankan di air terjun anakan karena tempatnya datar dan akses menuju lokasi sangat mudah serta keamanan juga memadai.
Desa Way Kalam, Kecamatan Penengahan, Kabupaten Lampung Selatan.
Colaborator
Penulis Artikel: Ganang Firdaus
Editor: Ratih Purwaningsih










Discussion about this post