Pesawaran – Bicara soal Pesawaran memang tidak ada habisnya, daerah ini memiliki banyak tempat wisata baik pantai maupun air terjunnya. Baik yang masih alami dan sulit terjangkau maupun yang sudah dikelola dengan baik oleh masyarakat setempat. Salah satunya yaitu Air Terjun Tundo Telu yang terletak di Desa Poncorejo, Way Ratai.
Untuk bisa sampai ke sini dari pusat Kota Bandar Lampung dibutuhkan waktu tempuh kurang lebih sekitar 2 jam perjalanan. Kita arahkan kendaraan menuju Pasar Umbul Kluih, Way Ratai ikuti jalan aspal lurus menuju ke arah Kedondong. Setelah sampai di daerah Gunung Rejo lurus saja setelah itu belok kiri ikuti jalan aspal yang tak begitu lebar hingga bertemu gapura bertuliskan “Selamat Datang di Kawasan Wisata Alam Tundo Telu”. Seterusnya bertemu jalan berbatu yang kanan kiri terlihat kebun milik warga sampai bertemu sebuah pondok untuk tempat parkir kendaraan.

Biaya masuk wisata air terjun ini sangat terjangkau, yaitu hanya Rp 10.000 per motor dan Rp 25.000 per mobil sudah berikut parkir. Pada hari biasa, biasanya tidak ada yang menjaga dikarenakan sepi pengunjung. Jadi saat parkir kendaraan sebaiknya ditambah kunci pengaman tambahan.
Setelah parkir kendaraan kita lanjut tracking santai kurang lebih 10 menit dengan jalur menurun, jalur tracking sudah disemen jadi aman untuk kita lalui.

Berbeda dari air terjun lainnya, Air Terjun Tundo Telu memiliki 2 tingkatan dimana masing-masing tingkatannya terdapat kolam alami yang bisa kita gunakan untuk sekedar bermain air maupun untuk mandi.

Fasilitas yang tersedia pun cukup memadai. Tersedia pondokan untuk kita beristirahat dan juga ada toilet serta kamar mandi yang tersedia air bersih. Terdapat juga musola untuk kita tetap bisa menjalankan ibadah solat.
Air terjun Tundo Telu ini bisa menjadi referensi liburan anda bersama teman maupun keluarga. Pemandangan alam yang masih alami serta suasana pegunungan yang asri serta kesejukan air terjunnya tentu dapat merefresh kita dari penatnya rutinitas kita sehari hari.
Desa Poncorejo, Kecamatan Way Ratai, Pesawaran
Colaborator
Penulis Artikel: Rifki Hardian
Editor: M Adita Putra













Discussion about this post