Bandar Lampung – Senjata tradisional merupakan senjata yang ditransmisikan dari generasi pendahulu ke generasi berikutnya dan dibuat dengan teknik yang sederhana. Setiap daerah di Indonesia memiliki jenis senjata tradisional tersendiri.
Berdasarkan sumber tertulis dan data arkeologis, dapat diperkirakan bahwa budaya keris telah muncul di Indonesia pada abad ke 7 masehi. Demikian pula penggunaan salah satu senjata tradisional Lampung berupa keris diperkirakan telah ada sejak zaman klasik, mengingat daerah Lampung sejak abad ke-7 telah ditaklukan oleh Kerajaan Sriwijaya. Sehingga kemungkinan penggunaan keris di Lampung telah diperkenalkan oleh para bangsawan dari Kerajaan Sriwijaya. Kemudian penggunaan keris semakin memasyarakat seiring dengan masuknya pengaruh Kerajaan Banten ke Lampung pada masa Islam.
Berikut beberapa senjata tradisional Lampung yang tercatat dalam Warisan Budaya Tak Benda di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Tahun 2010.
1. Keris (Kekhis)
Salah satu daerah di Indonesia yang memiliki senjata keris sebagai identitas daerahnya adalah Provinsi Lampung. Keberadaan keris di Provinsi Lampung ini, banyak mendapat pengaruh dari senjata keris yang ada di Pulau Jawa. Hal tersebut dikarenakan pada zaman dahulu kerajaan dan keratuaan-keratuan yang ada di daerah Lampung, banyak kedatangan empu (pembuat keris) yang menjual jasanya bagi pembesar kerajaan yang ada di daerah Lampung. Di mana para pembuat keris tersebut, kebanyakan berasal dari daerah Jawa.

2. Tombak (Payan)
Klasifikasi bentuk Payan ada dua yaitu tombak panjang (Payan Kejang) dan tombak pendek (Payan Buntak atau Linggis). Tombak panjang yaitu tombak yang memiliki gagang yang terbuat dari kayu yang berukuran sekitar 150 cm. Sedangkan tombak pendek yaitu tombak yang gagangnya tidak lebih dari 90 cm. Jenis tombak ini termasuk tombak langka, karena biasanya berkualitas sangat tinggi, yang kadang diberi bulu ekor kuda yang disebut tunggul. Namun keduanya memiliki mata tombak berukuran sama dengan jenis tombak pendek yaitu mencapai 34-40 cm.

3. Golok (Laduk/Candung)
Golok Lampung biasa disebut sebagai candung atau laduk. Secara umum, golok merupakan senjata tajam terbuat dari besi atau baja berbentuk gepeng dan tajam pada satu sisinya. Berdasarkan penggunaannya, golok Lampung dapat diklasifikasikan menjadi tiga kategori. Yakni Golok Dapur (Rampak Alu), Golok Ladang (Canduk Kawik), dan Golok Pegangan Istimewa (Lancip).

4. Pedang
Pedang adalah sebutan salah satu senjata sabet yang mata tajamnya panjang dan sedikit melengkung. Ditinjau dari sudut penggunaannya, pedang digunankan sebagai pegangan di rumah dan pedang sebagai alat kesenian.

5. Panah (Betit)
Panah dibagi menjadi dua jenis yaitu:
a. Panah Berbusur
Panah seperti pada umumnya seperti di cerita perwayangan dan memiliki racun di mata anak panahnya
b. Panah Bentuk Senapan
Dimana panah yang satu ini tidak menggunakan busur melainkan menggunakan kayu yang dibentuk menyerupai senapan angin dimana di pangkal laras ditempatkan seutas karet. Fungsi karet ini untuk menarik anak panah ke belakang dan dijepit.

6.Sumpit (Spuk)
Sumpit adalah senjata tiup yang terbuat dari kayu atau bambu dimana di tengah-tengahnya bolong dari ujung satu ke ujung yang lain (seperti pipa).
7. Ketapel (Sempret)
Ketapel adalah sebutan senjata tarik betot dengan bentuknya v atau Y dan di setiap ujungnya dipasang pita karet dengan peluru batu.

8. Pisau (Skin)
Pisau adalah senjata kecil dengan tipis mata tajamnya dan bergagang. Bentuk seperti golok tetapi dalam bentuk lebih kecil.
Pisau dapat diklarifikasikan menjadi 3 golongan yaitu :
a. Pisau dapur
Umum digunakan untuk keperluan dapur seperti memotong bawang, sayur-sayuran dan lain-lain.
b. Pisau meja
Berbeda dengan pisau dapur pisau meja digunakan untuk mengupas buah-buahan seperi mangga, nangka dan sebagainya.
c. Pisau pegangan pribadi/istimewa
Pisau jenis ini berbeda dari pisau-pisau yang disebutkan sebelumnya. Pisau jenis ini lebih diistemewakan dalam perawatan dan penyimpanannya, biasa pisau jenis ini memiliki sarung dan digunakan pemiliknya sebagai senjata untuk berjaga-jaga dari maling dan tindak kejahatan lainnya, selain mudah dibawa dengan sering dibawa ke tempat tidur.

9. Senapan (Senapang)
Senapan/senapang adalah senjata api yang merupakan produk asing yang semula adalah produk Eropa. Senapan api yang terhitung sebagai senjata milik penduduk masa lalu terutama sebelum masa kemerdekaan adalah bedil lasak (bedil locok) dengan peluru (pilur). Menurut sejarah dipakai dalam perperangan ketika peperangan Raden Intan II pada tahun 1856.
10. Badik
Badik adalah salah satu senjata tradisonal daerah Lampung yang sangat dikenal di kalangan masyarakat. Berbentuk pisau namun gagangnya membengkok. Beda dengan pisau (skin), badik memiliki mata pisau yang membengkok di bagian ujungnya.

11. Meriam
Seperti halnya senapan, meriam dikenal pada masa kedatangan bangsa-bangsa barat. Meriam memiliki ukuran yang bermacam-macam dan memiliki hiasan (ornamen), dan ada juga yang berbentuk polos.

12. Trisula (serapang)
Trisula adalah salah satu senjata yang kemunculannya di zaman klasik. Di daerah Lampung senjata Trisula disebut Serapang. Berbentuk seperti tombak tetapi pada ujung matanya bercabang tiga yang oleh masyarakat Lampung pada zaman dahulu biasanya digunakan untuk berburu seperti babi, menjangan, ikan dan sebagainya.

13. Kepelan
Kepelan adalah senjata pendek yang tidak memiliki bilah mata, berwujud seperti tonggak atau seperti paku yang panjangnya mencapai 32 cm dan terbuat dari besi atau logam. Senjata ini terhitung sebagai senjata genggam, namun cara memegangnya sedikit berbeda dengan senjata-senjata lain, karena cara menggunakannya (tusuk maupun menikam) bergerak ke samping kiri ataupun ke kanan bukan menikam ke depan.

14. Terkeling
Terkeling adalah sebuah nama untuk menyebut sebentuk senjata yang terbuat dari timah. Senjata ini terhitung sebagai senjata pukul genggam. Bentuknya seperti cincin bermata empat dan memiliki empat buah bolongan di bagian belakangnya, berjajar dari atas ke bawah, dalam bentuk satu kesatuan.

Referensi:
- Senjata Tradisional Lampung, Departemen Pendidikan Kebudayaan, Direktorat Jendral Kebudayaan, Direktorat Sejarah Dan Nilai Tradisional ,Proyek Penelitian Pengakajian Dan Pembinaan,Nilai-nilai Budaya tahun 1992
- Pencatatan Senjata Tradisional Lampung tahun 2010, Nomor. Registrasi 2010000564
Colaborator
Penulis Artikel: M Danil Prayoga
Editor: M Adita Putra














Discussion about this post