Bandar Lampung − Mahir berbahasa inggris di era globalisasi merupakan hal penting yang harus dimiliki setiap orang. Bahasa inggris sebagai bahasa komunikasi yang digunakan secara universal dianggap penting untuk mempermudah komunikasi. Di masa sekarang kemampuan berbahasa inggris bahkan menjadi tolak ukur dalam berkarir sampai dengan syarat untuk mendapatkan beasiswa.
Hal ini menggerakkan hati pemuda asal Lampung Fadlan Satria untuk mendirikan Just Speak English Education Center untuk memberikan kemudahan dan kesempatan belajar bahasa inggris dengan mudah. Just speak berdiri sejak tahun 2014 dan sudah memasuki tahun yang ke-9 tahun ini. Sampai dengan saat ini Just Speak telah menaungi hingga 20.000 siswa yang sudah di edukasi ribuan pemuda yang ada di lampung melalui berbagai program.
Latar belakang dari terbentuknya Just Speak sendiri adalah atas pengalaman beliau yang beberapa kali mengikuti program tingkat nasional dan internasional. “Beberapa peserta bertanya dari mana asal gue dan saat gue jawab kalo gue dari Lampung, hal pertama yang mereka lontarkan justru stigma negatif, ‘seperti Lampung itu yang banyak begal ya?.’ Hal itu membuat gue resah. Dari situ gue merasa kalau bahasa inggris itu adalah kunci untuk membuka kesempatan lainnya. Disitulah alasan gue mendirikan Just Speak dengan harapan anak-anak Lampung punya prestasi nasional maupun global,” Ungkapnya.
Sejak masa kuliah, Fadlan memang sudah aktif mengikuti konferensi, perlombaan, sampai mendapatkan beasiswa global. Pria kelahiran 8 Desember 1993 ini merupakan utusan perdana dari Lampung untuk mewakili pemuda pada program mahasiswa exchange YSEALI (Young Southeast Asian Leaders Initiative) Academy Fellowship pada tahun 2015 dan berkesempatan diundang langsung oleh mantan Presiden Amerika Serikat Barack Obama untuk mengunjungi White House. Hingga yang paling hebat adalah mewakili Indonesia pada ajang Piala Dunia Scrabble di Republik Ceko tahun 2013.

Awal terbentuknya Just Speak, Fadlan berpegang teguh pada keinginannya untuk membangun Just Speak sebagai lembaga yang berbeda dan dapat menyelesaikan permasalahan yang ada di Lampung. Maka dari itu hal yang menjadi fokus dalam pembelajaran adalah mengasah kemampuan siswa untuk mampu dan berani bercakap bahasa inggris.

“Bersama Just Speak kita ingin berusaha membangun potensi pemuda Lampung. Dengan harapan mahir berbahasa Inggris supaya bisa berprestasi di kancah nasional maupun global,” ujarnya. Baginya Just Speak adalah kunci kesempatan.
Just Speak memiliki dua program utama, yaitu:
- English for daily conversation: memfasilitasi siswa untuk mahir dalam berbicara bahasa inggris dalam kehidupan sehari-hari.
- English for spesific purpose: memfasilitasi siswa untuk mahir speaking dan untuk mencapai tujuan yang ingin mereka raih. Serta membantu menyiapkan anak-anak yang ingin berkuliah di luar negeri atau mengikuti kontes global
Program lainnya yang dimiliki oleh Just Speak selain kegiatan ajar mengajar ada program One Day with Just Speak yang merupakan pelatihan bahasa inggris secara gratis baik diperuntukkan untuk guru maupun siswa dalam satu hari. Selanjutnya, ialah English Camp dimana kita bisa kolaborasi dengan berbagai institusi.Terakhir English Camp dihadiri lebih dari 200 orang di Pringsewu.
Masa sekarang hal yang ingin dilakukan oleh Just Speak adalah fokus untuk skill up dan memperluas impact dengan program One Day with Just Speak sampai dengan awal tahun ini sudah merangkul anak-anak yang ada di kabupaten di lampung. Pringsewu, Metro Tanggamus dan Lampung Timur.
Just Speak setiap tahunnya sudah berhasil memberi bantuan dan akses kepada siswanya untuk Go global. Hal ini dibuktikan setiap tahunnya pasti ada siswa Just Speak yang dikirim ke berbagai negara mulai dari Amerika Serikat, Turki, Jepang, Lithuania, Singapura, Malaysia, Thailand, Inggris, dan baru-baru ini ada siswa yang mengikuti kontes pageant di Brazil.
Harapan yang ingin diraih oleh Just Speak ialah mewujudkan cita-cita dan menjangkau anak-anak dari daerah terpencil atau tertinggal di Lampung, bisa mengenyam pendidikan di luar negeri, memenangkan perlombaan di luar negeri dan mengubah stigma anak Lampung menjadi kota yang penuh dengan anak-anak yang berprestasi.
“Pesan untuk pemuda lampung, gue percaya bahwa kesempatan–kesempatan itu datangnya dari informasi. Penting untuk kita memfilter dan mempersiapkan diri. Kedua adalah mencari mentor yang berpengalaman dalam bidangnya.Terakhir adalah memperlancar kemampuan berbahasa inggris untuk mendukung anak lampung berkualitas,” Pesannya untuk anak muda Lampung.
Keren banget semangat dan kisah inspiratif pemuda Lampung satu ini, abis ini kita bahas siapa lagi ya sekelik?














Discussion about this post