Upacara Adat Begawi Lampung, Potensi Kearifan Lokal Berbasis Budaya

 Upacara Adat Begawi Lampung, Potensi Kearifan Lokal Berbasis Budaya

Arak-arakan pengantin dalam upacara ada begawi | Foto : Instagram/@budayalampung

Lampung – Masyarakat Lampung terdapat dua golongan, yaitu masyarakat Pepadun dan masyarakat Sai Batin (pesisir). Keduanya memiliki unsur budaya yang sangat menonjol yaitu kepenyimbangan. Penyimbang artinya orang yang dituakan karena sebagai pewaris dalam keluarga ataupun kerabat. Suku Lampung beradat pepadun biasanya melaksanakan upacara adat Begawi. Begawi ini sendiri adalah upacara adat naik tahta yang duduk di atas alat yang disebut Pepadun, yaitu singgasana adat pada upacara pengambilan gelar adat yang biasa disebut Begawi Cakak Pepadun.

Digendongnya orang tua kedua mempelai saat arak-arakan | Foto : Instagram/@tegarz

Upacara Adat Begawi ini berfilosofi sebagai sarana komunikasi antara kelompok kerabat, kelompok teman dan antar kelompok masyarakat luas yang terikat dalam kekerabatan akibat dari terjadinya perkawinan. Begawi Cakak Pepadun ini, merupakan sebuah upacara kebudayaan masyarakat Lampung Pepadun dalam pengambilan gelar untuk melestarikan budaya adat Lampung pepadun secara turun-temurun dan sampai sekarang. Dalam adat begawi ini bisa dilaksanakan di tempat pria ataupun wanita, dan dalam pelaksanaan Upacara Begawi dilakukan beberapa tahap.

Rangkaian acara upacara adat begawi Lampung | Foto : Instagram/@tegarz

Berikut 4 tahap dari rangkaian acara upacara adat begawi Lampung beserta penjelasanya

  1. Tahap pertama :

a. Upacara Merwatin (musyawarah adat), yaitu menyerahkan peserahan disertai dengan peserahan Sigeh (tempat sirih) yang berisi uang sidang atau pengutenan atau rokok. 

b. Arak-arakan dengan ditandai adanya tembakan dan iringan dengan tabuh-tabuhan serta pincak silat.

c. Acara tanya jawab, yaitu masing-masing juru bicara penyimbang berdialog

d. Acara temu (perkawinan menurut adat Lampung)

e. Acara ngebekas, yaitu ketua perwatin adat dari pihak mempelai wanita menyerahkan mempelai wanita kepada ketua perwatin adat pihak mempelai pria.

  • Tahap kedua :
Baca Juga  Mengenal Tari Melinting: Tarian Klasik Peninggalan Kerajaan Melinting di Lampung Timur

a. Di tempat mempelai pria memberi judul perkawinan yaitu musyawarah para penyimbang untuk memberikan batasan acara perkawinan.

b. Penyampaian undangan atau uleman adat berisi dodol, kue dan uang dibungkus dengan timpak tangan atau kain seribu kepada setiap marga melalui ketua adat.

  • Tahap ketiga :

a. Upacara turun mandei di Patcah Aji.

b. Kedua mempelai diiringi orang tua mempelai, Paman Mempelai, benulung (kakak mempelai) dan penyimbang menuju tempat upacara.

c. Acara pertemuan kedua jempol kaki pengantin

d. Pembagian uang atau penyujutan kepada seluruh penyimbang.

e. Upacara Inai adek (pemberian gelar)

f. Penyampaian pepatun atau nasihat

  • Tahap keempat :

a. Acara Ngedio, yaitu acara surat suratan mulei meghanai

b. Acara Cangget Agung, yaitu tari adat cangget pepadun pada malam hari

Kemeriahan arak-arakan saat upacara adat begawi Lampung berlangsung | Foto : Instagram/@tegarz

Dalam kegiatannya adat Begawi ini mempunyai potensi untuk dijadikan paket wisata berbasis budaya di Lampung seperti : atraksi seni (pencak silat), tari-tarian Lampung, iringan tabuhan musik tradisional Lampung dan bebalas pantun serta aktivitas masyarakat yang berkaitan dengan budaya. Dengan adanya potensi-potensi tersebut dapat dikembangkan ataupun dikemas menjadi paket wisata berbasis budaya ke depannya. Selain itu juga, ada daya tarik budaya Lampung yang begitu menonjol seperti pakaian adat dan rumah sesat Lampung.

Credit foto: @budayalampung @tegarz

Colaborator

Penulis Artikel: M. Abid Rabbani

Editor: Ratih Purwaningsih

M. Abid Rabbani

M. Abid Rabbani

“ Pemuda yang menuju kemajuan dan kesuksesan ". Follow Instagram saya : @abid_rabbani28 (Galeri Travelling). Kepoin Wisata Provinsi Lampung di Youtube Channel : ABID TRAVELLER

Artikel menarik lainnya

Leave a Comment

Login Area

Selamat datang Kontributor Lampung Geh! Silakan Login untuk mulai menulis berita.