Tiga Sastrawan Indonesia yang Berasal dari Lampung

 Tiga Sastrawan Indonesia yang Berasal dari Lampung

Lampung– Dunia literasi Indonesia memiliki banyak sekali sastrawan yang menginspirasi. Bukan hanya itu, karya-karyanya pun sangat memengaruhi kesusasteraan di Indonesia. Berbagai daerah di Indonesia memiliki sastrawan yang mampu membuat dunia literasi Indonesia tak kalah dengan negara lainnya, salah satunya adalah sastrawan yang berasal dari daerah Lampung. Sastrawan tersebut mampu membawa nama Provinsi Lampung menjadi salah satu Provinsi yang tak kalah hebatnya dengan provinsi lain yang ada di Indonesia. Tahukah kamu siapa saja sastrawan yang berasal dari Lampung? Berikut, tiga sastrawan asal Lampung yang wajib kamu ketahui, khususnya bagi kamu masyarakat Lampung :

1. Isbedy Stiawan ZS

Foto Isbedy Stiawan ZS | sumber: Facebook/Isbedy Stiawan ZS

Sastrawan asal Lampung yang cukup terkenal ini bernama Isbedy Stiawan ZS, beliau lahir di Tanjung Karang, 5 Juni 1958 dan sering dijuluki sebagai “Paus Sastra Lampung”. Beliau mulai mengenal dunia sastra saat duduk di bangku SMP dan mulai menekuninya ketika beliau menulis puisi dan cerpen. Beliau juga sering membacakan sajak-sajaknya dari panggung ke panggung. Tak hanya itu, beliau pun pernah diundang untuk mengikuti banyak kegiatan literasi di berbagai kota di Indonesia, bahkan di negara lain seperti Malaysia, dan Thailand.

Karya-karya beliau di antaranya : Darah (kumpulan sajak, 1982), Badai (kumpulan sajak, 1984), Akhir (kumpulan sajak, 1986), Khalwat (kumpulan sajak, 1988), Membaca Bahasa Sunyi (kumpulan sajak, 1990), Lukisan Ombak (kumpulan sajak, 1992), Kembali Ziarah (kumpulan sajak, 1996), Daun-Daun Tadarus (kumpulan sajak, 1997), Aku Tandai Tahi Lalatmu (kumpulan sajak, 2003), Ziarah Ayah (kumpulan cerpen, 2003), Menampar Angin (kumpulan sajak, 2003), Bulan Rebah di Meja Diggers (kumpulan cerpen, 2004), Dawai Kembali Berdenting (kumpulan cerpen, 2004), Perempuan Sunyi (kumpulan cerpen, 2004), Kota Cahaya (kumpulan sajak, 2005), Selembut Angin Setajam Ranting (kumpulan cerpen, 2005), Seandainya Kau Jadi Ikan (kumpulan cerpen, 2005), Hanya untuk Satu Nama (kumpulan cerpen, 2005), Salamku pada Malam (kumpulan sajak, 2006), Perahu di Atas Sajadah (kumpulan sajak, 2006), Laut Akhir (kumpulan sajak, 2007),lelaki yang Membawa Matahari (kumpulan sajak, 2007), Setiap Baris Hujan (kumpulan sajak, 2008), Anjing Dini Hari (kumpulan sajak, 2010), Taman di Bibirmu (kumpulan sajak, 2011), Dongeng Adelia (kumpulan sajak, 2012), Kini Aku Datang, Doa di Depan Kakbah (kumpulan sajak, 2012), Menuju Kota Lama (kumpulan sajak, 2014), Pagi Lalu Cinta (kumpulan sajak, 2015), Tumang (kumpulan cerpen, 2015), November Musim Dingin (kumpulan sajak, 2016), Melipat Petang ke Dalam Kain Ibu (kumpulan sajak, 2016), Kita Hanya Pohon (kumpulan sajak, 2016).

Baca Juga  Daftar Perguruan Tinggi Negeri di Lampung

2. Binhad Nurrohmat

Foto Binhad Nurrohmat | Foto : Mj Brigaseli

Binhad Nurrohmat merupakan sastrawan Indonesia yang berasal dari Lampung, tepatnya lahir di pedalaman Lampung, 1 Januari 1976. Beliau tumbuh besar di Yogyakarta dan saat ini tinggal di Jakarta. Sejak belia, beliau sudah mulai menulis puisi dan juga esai pada buku harian dan media massa. Sajak-sajak yang sudah beliau tulis pernah diterjemahkan dalam Bahasa Inggris oleh Marshal Clark yang merupakan pengajar serta peneliti sastra Indonesia di Universitas Deakin Australia.

Beberapa karya-karya beliau yang di tulis diantaranya : Kuda Ranjang (kumpulan  sajak, 2004), Bau Betina (kumpulan sajak, 2007), Sastra Perkelaminan (kumpulan esai, 2007), Demonstran Sexy (kumpulan sajak, 2008), The Bed Horse, Kuda Ranjang (kumpulan sajak dwi bahasa Inggris-Indonesia, bahasa Inggris diterjemahkan Marshall Clark, 2008).

3. Dina Oktaviani

Foto Dina Oktaviani | sumber: Instagram dinaoktaviani

Sastrawan yang selanjutnya ialah Dina Oktaviani, beliau lahir di Bandar Lampung, 11 Oktober 1985. Sebelum beliau meneruskan pendidikannya di Universitas Negeri Jakarta, beliau merupakan salah satu anggota Komite Sastra Dewan Kesenian Lampung (DKL) dan saat ini beliau tinggal di Yogyakarta

Dina Oktaviani dikenal sebagai pembaca puisi yang cukup bagus, bahkan beliau bisa membacakan puisinya bukan dalam acara sastra seperti di acara musik atau festival band. Karya-karya yang sudah beliau tulis diantaranya : Como Un Sueño (kumpulan cerpen, 2005), Biografi Kehilangan (kumpulan sajak, 2006), Hati Yang Patah Berjalan/Broken Heart Walking (kumpulan sajak, Dwibahasa Indonesia-Inggris, 2009).

Colaborator

Penulis Artikel: Muhammad Ickwan

Editor: M Adita Putra

Muhammad Ickwan

MuhIkhwan

http://Muhikhwan

Penulis artikel yang harus banyak belajar dan harus bertawadhu dalam menuntut ilmu, punya ide kreatif untuk di bantu liput? sosial media : Instagram (@mhmmd.ikwan) facebook (muhammadikwan) whatssapp (082284849084)

Artikel menarik lainnya

Leave a Comment

Login Area

Selamat datang Kontributor Lampung Geh! Silakan Login untuk mulai menulis berita.