Mengenal Tradisi Sekura, Pesta Topeng Masyarakat Lampung yang Dilakukan di Hari Raya

 Mengenal Tradisi Sekura, Pesta Topeng Masyarakat Lampung yang Dilakukan di Hari Raya

Perhelatan pesta budaya topeng sekura | Foto : Instagram/@endangguntorocanggu

Lampung – Kata Sekura berasal dari kata sakhuka yang artinya “penutup wajah atau penutup muka” dalam bahasa setempat. Dengan kata lain Sekura bisa juga disebut topeng. Konon, topeng ini sudah dikenakan sejak zaman dahulu sebagai salah satu perlengkapan ketika perang saudara. Karena lawan tandingannya yakni kerabat sendiri, untuk menyembunyikan wajah sekaligus menghilangkan rasa ragu saat akan menghabisi lawannya maka dari orang-orang masa lampau mengenakan topeng tersebut serta dinamakan Sekura. Namun, ada juga yang menyebutkan bahwa tradisi budaya menarik ini merupakan hasil asimilasi dari Kebudayaan Hindu dengan Kebudayaan Islam di Lampung.

Perhelatan ini tidak terlepas dengan menariknya acara serta pakaian yang dipakai yakni penutup wajah dapat berupa topeng dari kayu, kacamata, kain, atau bisa juga dengan polesan warna. Agar menambah kemeriahan acara, Sekura bisa dipadukan dengan berbagai busana dengan warna-warna mencolok sehingga terkesan antusias saat tradisi dilaksanakan. Tujuan diselenggarakannya tradisi Sekura oleh masyarakat Lampung sebagai ajang untuk mempererat persaudaraan dan melestarikan warisan budaya daerah. Bagi masyarakat setempat, tradisi ini memiliki filosofi yang mencerminakn identitas budaya mereka. Selain itu, tradisi Sekura juga menjadi sebuah perayaan yang sifatnya menghibur. Terdapat nilai yang tercermin di balik penyelenggaraan tradisi ini adalah kekeluargaan dan gotong goyong.

Di dalam penyelenggaraannya para peserta mengenakan busana dan topeng yang beraneka ragam rupa, bentuk, hingga warna. Sekura sendiri dibagi menjadi dua kategori, yaitu Sekura Betik dan Sekura Kamak. Sekura Betik mengenakan kostum yang bersih dan indah, ditambah aksesoris seperti topeng kain miwang serta kacamata. Sedangkan itu, Sekura Kamak kebalikan dari Sekura Betik yaitu mengenakan kostum yang kotor, aneh, dan topeng terbuat dari kayu. Pelaksanaan pesta Sekura biasanya diadakan saat hari raya Idul Fitri. dilakukan secara bergantian dari desa satu ke desa lain. Biasanya, tradisi ini diselenggarakan saat momen-momen tertentu saja, seperti Idul Fitri, Idul Adha, atau perayaan lainnya sebut saja Lampung Krakatau Festival. Peserta tak hanya mengenakan kostum yang menarik dan unik saja, tetapi mereka melakukan arak-arakan keliling yang dilanjutkan beragam atraksi tradisional lainnya, seperti pencak silat, panjat pinang, muayak (seni vocal dengan sastra klasik), menabuh hadra, dan juga nyambai (berdendang sambil berpantun).

Pesta Sekura berbagai dari kalangan masyarakat ikut terlibat aktif dan berbaur menjalin kebersamaan. Hal unik dapat terlihat, bahwa adanya sikap gotong royong dalam memeriahkan pesta rakyat ini berupa setiap peserta dapat membawa berbagai makanan yang didapat dari hasil silaturahmi berkeliling dari rumah ke rumah. Kemudian, makanan ini kemudian disantap secara bersama-sama dengan para peserta lainnya dalam suasana kegembiraan. Seiring perkembangan betuk tampilan Sekura yang beragam diantaranya bentuk Sekura Pudak Upi (seperti bayi), Sekura Kebayan (seperti pengantin), Sekura Ngandung (seperti sedang hamil), Sekura Prajurit/Hulubalang dan Sekura Tuha (seperti orang tua/kakek nenek). Daya tarik kebudayaan ini begitu ikonik ketika kalian mengunjungi Kabupaten Lampung Barat, karena asal mula tradisi ini berkembang dari daerah tersebut. Ada tiga makna yang bisa dipetik dari tradisi Sekura yaitu humanisme, egalitarianisme, dan spiritualisme. 

Baca Juga  Menilik Sejarah Keris Lampung

Credit Foto: @endangguntorocanggu @ekafendiaspara_alliwa

Colaborator

Penulis Artikel: M. Abid Rabbani

Editor: Ratih Purwaningsih

M. Abid Rabbani

M. Abid Rabbani

“ Pemuda yang menuju kemajuan dan kesuksesan ". Follow Instagram saya : @abid_rabbani28 (Galeri Travelling). Kepoin Wisata Provinsi Lampung di Youtube Channel : ABID TRAVELLER

Artikel menarik lainnya

Leave a Comment

Login Area

Selamat datang Kontributor Lampung Geh! Silakan Login untuk mulai menulis berita.