5 Nama Pejabat Pusat ini Lahir dan Pernah Besar di Lampung

 5 Nama Pejabat Pusat ini Lahir dan Pernah Besar di Lampung

Lampung – Pejabat adalah seseorang yang menduduki jabatan dalam suatu organisasi atau pemerintahan dan berpartisipasi dalam pelaksanaan wewenang (baik milik mereka sendiri atau atasan mereka, publik, atau pribadi) sedangkan pejabat negara/pusat adalah pejabat yang lingkungan kerjanya berada pada lembaga negara yang merupakan alat kelengkapan negara beserta derivatifnya berupa lembaga negara pendukung. Pejabat negara menjalankan fungsinya untuk dan atas nama negara.

Pejabat negara/pusat ini merupakan pejabat yang terlibat dalam administrasi publik atau pemerintahan, baik melalui pemilihan, penunjukan, seleksi, atau pekerjaan. Seorang pejabat terpilih adalah orang yang menduduki suatu jabatan berdasarkan pemilihan. Siapa sangka, ada beberapa pejabat pusat yang lahir dan pernah besar di Lampung, berikut daftarnya.

Al Muzzammil Yusuf | Foto : twitter/@muzzammil_yusuf

1. Al Muzzammil Yusuf

Drs. H. Al Muzammil Yusuf, M.Si. adalah salah satu anggota Dewan Perwakilan Rakyat – Republik Indonesia (DPR RI) terpilih pada pemilihan umum legislatif Indonesia untuk periode tahun 2009-2014 dari Fraksi PKS (Partai Keadilan Sejahtera) melalui Daerah pemilihan Lampung I yang meliputi Jakarta Timur. Beliau lahir di Tanjung Karang, Lampung, 06 Juni 1965. Ia juga merupakan deklarator dan Ketua Umum pertama Partai Keadilan Sejahtera yang kemudian melebur dengan Partai Keadilan. Setelah peleburan, ia menjabat sebagai Wakil Ketua Umum DPP PKS hingga 2005.

Alamsjah Ratoe Perwiranegara | Foto : wikipedia

2. Alamsjah Ratoe Perwiranegara

Letnan Jenderal TNI (Purn.) H. Alamsjah Ratoe Perwiranegara (Alamsyah Ratu Perwiranegara) lahir di Kotabumi, Lampung Utara, Lampung, 25 Desember 1925 – meninggal di Jakarta, 8 Januari 1998 pada umur 72 tahun) adalah tokoh militer Indonesia yang pernah menjabat sebagai Menteri dan Duta Besar Indonesia.

Pangkat kemiliteran terakhir yang dicapainya sebelum masuk menjadi anggota kabinet sebagai Sekretaris Negara adalah letnan jenderal – Men/Pangad (perbendaharaan). Alamsjah juga sempat menjadi Duta Besar Ri untuk Belanda pada tahun 1972-1974. Karena kondisi kesehatannya menurun, Alamsjah digantikan oleh Letjen Sutopo Juwono. Ia kemudian diangkat menjadi Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Agung (DPA).

Dalam Kabinet Pembangunan III (1978-1983) Alamsjah diangkat sebagai Menteri Agama dan dalam Kabinet Pembangunan IV (1983-1988) menjabat sebagai Menteri Koordinator bidang Kesejahteran. Alamsjah sempat vakum dari dunia politik pada tahun 1989-1991 karena menderita penyakit jantung koroner yang akhirnya dilakukan tindakan operasi by-pass di Rumah Sakit Mount Elizabeth, Singapura. Setelah diselenggarakannya KTT Non-Blok di Indonesia pada tahun 1992, Alamsjah diangkat menjadi Duta Besar Keliling Non-Blok untuk urusan Timur Tengah (1992-1995).

Zulkifi Hasan | Foto : Instagram/@zul.hasan

3. Zulkifli Hasan

Dr. H. Zulkifli Hasan, S.E., M.M. (lahir di Lampung, 17 Mei 1962) adalah politikus dan mantan ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) sejak 8 Oktober 2014 untuk periode 2014–2019. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Menteri Kehutanan Republik Indonesia menggantikan Malem Sambat Kaban, yaitu sejak 22 Oktober 2009 hingga 1 Oktober 2014.

Pada masa jabatannya sebagai Menhut RI, ia telah dua kali menerima gelar Doktor Kehormatan (Honoris Causa), yaitu yang pertama untuk bidang Administrasi Publik dari Sejong University (Seoul, Korea) dan yang kedua untuk bidang Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM) dari Universitas Negeri Semarang (Semarang, Indonesia). Selama tahun 2004–2009, ia berkiprah di lembaga legislatif sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) dan selama tahun 2005–2010, ia memegang jabatan internal partai sebagai Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional (PAN).

Sjachroedin Zainal Pagaralam | Foto : Facebook/Sjachroedin ZP

4. Sjachroedin Zainal Pagaralam

Komjen (Purn.) Drs. H. Sjachroedin Z.P. atau bernama lengkap Sjachroedin Zainal Pagaralam lahir di Tanjung Karang, Lampung, 07 Februari 1947 adalah perwira kepolisian dan politisi. Saat ini, dia menjabat sebagai Duta Besar Indonesia untuk Kroasia sebelumnya sebagai Gubernur Lampung periode 2004-2008 dan 2009–2014. Pendidikan tinggi ia selesaikan di Akabri Kepolisian 1970, PTIK (Angkatan XIII), Sespim, Sesko ABRI Angkatan VIII, Lemhannas KSA VII, Kursus Lantas di Jepang, dan Kursus Intelejen di Taiwan.

Baca Juga  Youth For Nation: Membangun Relasi dan Wawasan Melalui Media Digital

Selama menekuni karier di dunia kepolisian memiliki pengalaman kedinasan yaitu Kasat Lantas Polda Sumbagsel, Kapoltabes Palembang, Kadit Samapta Polda Metro Jaya, Kapolwil Bogor, Direktur Samapta Polri, Kapolda Sumatra Selatan, Kapolda Jawa Barat, dan Deputi Kapolri Bidang Operasi.

Sri Mulyani | Foto : Instagram/@smidrawati

5. Sri Mulyani

Sri Mulyani Indrawati, S.E., M.Sc., Ph.D (lahir di Bandar Lampung, Lampung, 26 Agustus 1962) adalah wanita sekaligus orang Indonesia pertama yang menjabat sebagai Direktur Pelaksana Bank Dunia. Jabatan ini diembannya mulai 1 Juni 2010 hingga dia dipanggil kembali oleh Presiden Joko Widodo untuk menjabat sebagai Menteri Keuangan menggantikan Bambang Brodjonegoro, dia mulai menjabat lagi sejak 27 Juli 2016. Sebelumnya, dia menjabat Menteri Keuangan Kabinet Indonesia Bersatu. Ketika ia menjadi Direktur Pelaksana Bank Dunia maka ia pun meninggalkan jabatannya sebagai menteri keuangan saat itu. Sebelum menjadi menteri keuangan, dia menjabat sebagai Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas dari Kabinet Indonesia Bersatu.

Sri Mulyani sebelumnya dikenal sebagai seorang pengamat ekonomi di Indonesia. Ia menjabat sebagai Kepala Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (LPEM FEUI) sejak Juni 1998. Pada 5 Desember 2005, ketika Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengumumkan perombakan kabinet, Sri Mulyani dipindahkan menjadi Menteri Keuangan menggantikan Jusuf Anwar. Sejak tahun 2008, ia menjabat Pelaksana Tugas Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, setelah Menko Perekonomian Dr. Boediono dilantik sebagai Gubernur Bank Indonesia.

Ia dinobatkan sebagai Menteri Keuangan terbaik Asia untuk tahun 2006 oleh Emerging Markets pada 18 September 2006 di sela Sidang Tahunan Bank Dunia dan IMF di Singapura. Ia juga terpilih sebagai wanita paling berpengaruh ke-23 di dunia versi majalah Forbes tahun 2008 dan wanita paling berpengaruh ke-2 di Indonesia versi majalah Globe Asia bulan Oktober 2007.

Colaborator

Penulis Artikel: M Abid Rabbani

Editor: M Adita Putra

M. Abid Rabbani

M. Abid Rabbani

“ Pemuda yang menuju kemajuan dan kesuksesan ". Follow Instagram saya : @abid_rabbani28 (Galeri Travelling). Kepoin Wisata Provinsi Lampung di Youtube Channel : ABID TRAVELLER

Artikel menarik lainnya

Leave a Comment

Login Area

Selamat datang Kontributor Lampung Geh! Silakan Login untuk mulai menulis berita.